Review 12

Posted: Mei 22, 2012 in Teknik Penulisan Ilmiah

By       : Dwi Astuti

APLIKASI KONSEP TANPA PENGORBANAN

DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT

          Tradisi masyarakat memang tidak bisa ditinggalkan karena sudah dilakukan turun temurun oleh keluarga yang diwarisi dari nenek moyang, misal tradisi yang masih kental di masyarakat Tradisi Sadranan adalah sebuah tradisi adat di Jawa yang berupa ritual mengirim atau mendoakan ahli waris beserta leluhurnya yang sudah meninggal dunia. Tradisi Sadranan diadakan tiap bulan Sya’ban tahun Hijriyah. Tradisi Sadranan berupa Sedekahan atau Kenduri, bisa perorangan atau kelompok dan dilakukan di rumah dengan membagikan sedekah atau Kenduri yang berupa nasi beserta sayur mayur dan lauk pauknya kepada tetangga atau orang disekitarnya. Lauk pauknya biasanya dengan hewan yang disembeleh bisa ayam, kambing, sapi dsb.  Tradisi lain yang masih kental tradisi kejawen masih ada selametan upacara kematian yang dibuat selametan dan diadakan kenduren dengan masyarakat sekita, selamtean diadakan saat 7 hari, 40 hari, 100 hari dan 1000 hari setelah kematian, ibu-ibu memasak yang akan dikendurikan salah satunya ada ayam atau hewan yang dibunuh dan dagingnya digunakan untuk slametan atau kenduri. Tradisi yang dijalankan dalam masyarakat banyak sekali, lalu sebagai umat Buddha yang ditekankan dalam Pancasila Buddhis pada sila pertama “Pānātipātā veramaṇi sikkhāpadaṁ samādiyāmi” yang berarti berlatih diri menghindari pembunuhan, bagaimana Agama Buddha dapat memberi aplikasi tentang upacara pengorbanan maupun pembunuhan hewan yang dilakukan pada tradisi masyarakat.

Tradisi masyarakat dilakukan sebagai kebiasaan yang dilakukan turun temurun dari keluarga, persembahan daging digunakan dengan tujuan penghormatan pada leluhur. Agama Buddha dalam Pancasila Buddhis berlatih untuk tidak melakukan pembunuhan karena berlandasan belas kasih atau karuna dimana sikap ini tidak tahan melihat penderitaan makhluk lain merasa ngerumangsa atau merasakan jika posisi diri sendiri yang dijadikan pengorbanan atau disembeleh pasti merasakan kesakitan dan kesedihan meskipun itu hewan. Rasa belas kasih ini yang mendorong untuk tidak melaukan pembunuhan atau mengakhiri kehidupan makhluk lain. Tindakan umat Buddha yang sudah mengenal Dhamma dan memahami maka dalam tradisi-tradisi yang masih menggunakan pengorbanan dikikis atau dapat diganti dengan bentuk lain misal dengan cara membeli daging yang sudah mati dipasar, dengan telur atau sayuran sebagai pengganti lauk tetapi tidak membunuh.

Konsep Agama Buddha yang tidak ada upacara pengorbanan dapat diaplikasikan dengan adanya pelepasan burung atau hewan-hewan atau fan sheng yang dilepaskan ke alam bebas untuk hidup sesuai dengan dunianya, cara ini digunakan untuk menyelamatkan hewan-hewan untuk tidak dibunuh atau dijadikan makanan untuk dijual. Hewan apapaun dapat dilepas ke alam bebas, misal melepas ikan dan kura-kura ke laut, melepas merpati, melepas cacing dsb. Di sekitar vihara terkadang ada tempat yang disediakan untuk makan burung yang digantung pada tiang dan bisa meletakan makanan untuk burung. Saat upacara kematian tidak harus membunuh hewan yang digunakan sebagai simbol kendaraan untuk orang yang sudah meninggal tetapi dapat menggunakan dengan Patidana atau dengan menuangkan air dan merenung jasa kebaikan dari orang yang telah meninggal. Cara ini mudah dilakukan oleh siapapun dengan tujuan kelangsungan hidup dan supaya hewan-hewan dapat berkembang biak dengan alami maka keberadaan hewan-hewan akan terlindungi tanpa ulah manusia yang mengincar hewan untuk kepentingan materi maka keberadaan hewan akan lestari.

 

Referensi:

Surya, Ronald Satya.2009.5 Aturan Moral Buddhis. Yogyakarta:Insight Vidyasena Production.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s