Review 10

Posted: April 17, 2012 in Teknik Penulisan Ilmiah

By: Dwi Astuti

MERAIH HIDUP SUKSES DENGAN SILA

Sukses sering menjadi identik dengan bahagia. Orang yang bahagia dipersepsikan orang yang sukses. Bahagia dan sukses menjadi obsesi dan keinginan setiap orang. Sukses berarti pula terpenuhinya kebutuhan primer misal, makanan, pakaian, tempat tinggal dan obat-obatan. Seiring dengan kemampuan dan keinginan manusia, kebutuhan itu kemudian meningkat seperti, pendidikan, hiburan, kendaraan dan sebagainya. Meraih sukses memerlukan pengetahuan dan keterampilan. Pengetahuan yang luas tentang strategi berdagang atau wirausaha dengan mengetahui peluang, sasaran serta keterampilan menemukan ide-ide baru dengan kreatif untuk menarik masyarakat. Meraih hidup sukses atau bahagia harus memiliki mental yang kuat untuk  bekerja. Manusia mempunyai kemampuan dan kesempatan yang amat luas untuk meningkatkan kualitas mentalnya dalam mencapai tujuan.

Meraih hidup sukses dengan cara yang benar dan dengan sikap, lingkah laku atau moral yang baik. Sila atau moralitas dapat memepertimbangkan baik dan buruk. Kebahagian diraih dari dalam diri sendiri Tidak ada tempat untuk menggantungkan ataupun berserah diri. Keberhasilan atau kemunduran dalam kehidupan adalah tanggung jawab masing-masing. Sikap mental yang harus dikembangkan untuk meraih hidup sukses:

  • Chanda (kegembiraan dalam pekerjaan). Bangkitkan kegembiraan dan kepuasan dalam melakukan pekerjaan. Kegembiraan dalam bekerja akan membangun etos kerja yang sehat. Adalah keliru bila berpikir bahwa hanya akan gembira dan puas bila hasil akhir telah tercapai, sebab bila hasil akhirnya tidak sesuai harapan, hanya kekecewaan yang menjadi buah dari seluruh proses pekerjaan. Bekerja dengan gembira, menyenangi dengan pekerjaan yang dimiliki akan menghasilkan pekerjaan yang memuaskan.
  • Viriya (semangat dan ketekunan dalam setiap pekerjaan). Ulet dan gigih, tidak cepat putus asa meski mengalami kegagalan dalam usaha selalu mencoba terus. Jangan mudah berhenti bila hasilnya belum tercapai. Ketekunan, semangat dan gigih dalam berusaha, keterampilan dan pengetahuan. Banyak orang berbakat yang kandas karena tidak disertai ketekunan dan kegigihan. Pintar saja tidak cukup jika ketekunan, kerajinan untuk bekerja tidak dikembangkan.
  • Citta (mengerjakan pekerjaan dengan pikiran penuh). Memberikan perhatian penuh pada setiap pekerjaan akan membuat pekerjaan tersebut selesai dengan baik. Perhatian penuh atau kewaspadaan akan menjauhkan diri dari kelalaian dan akan menimbulkan banyak peluang keberhasilan. Citta juga akan menjaga diri untuk tidak berpaling pada hal-hal yang tidak ada relevansinya atau hubungan dengan pekerjaan. Bekerja dengan pikiran terkonsentrasi tidak memikirkan hal yang lain saat bekerja agar tidak mengganggu pekerjaan, pikiran yang waspada akan mengingat setiap pekerjaan yang akan dikerjakan dan ridak lupa sehingga dapat menemukan ide baru.
  • Vimamsa (menganalisa hal-hal yang sedang dikerjakan). Ide baru yang tidak tampak secara kasat mata akan ditemukan bila menggunakan penyelidikan atau analisa dalam setiap pekerjaan. Makin luas penyelidikan maka makin banyak pula ide-ide atau gagasan baru yang akan muncul, yang sebenarnya berada tepat pada pekerjaan yang sedang hadapi. Pekerjaan yang telah selesai dikerjakan di analisi, jika ada yang kurang dapat diperbaiki.

Empat syarat memperoleh kekayaan:

  • Uttānasampadā: Kerja keras, pantang menyerah dan putus asa, jangan malas, jangan menggantungkan diri kepada siapapun juga. Dalam Dhammapada 112, Sang Buddha menyatakan:

“Walaupun seseorang hidup seratus tahun tetapi malas

dan tidak bersemangat, maka sesungguhnya, lebih baik

  • orang yang hidup hanya sehari tetapi berjuang dengan

penuh semangat.”

 

Jika tidak  mau bekerja keras dan mudah patah semangat atau putus asa apalagi hanya menggantungkan hidup pada orang lain  maka tidak akan mendapatkan apa yang diinginkan.

  • Ārakkhāsampadā : Jaga dengan baik apa yang telah dicapai. Jangan sia-siakan dengan merasa puas apa yang telah dimilki dan menjaganya dengan baik.
  • Kalyānamittata : Mempunyai teman yang mendorong kemajuan. Mendorong kearah kebaikan dan tindakan yang benar dan yang dapat menjaga rahasia, mengingatkan jika melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan dhamma atau tindakan yang merugikan orang lain. Mendukung hal-hal yang baik, memberi semangat meski dalam masalah.
  • Samajivitā : Menggunakan yang telah dicapai dengan perencanaan yang baik. Usaha yang telah diperoleh telah terencana dengan baik untuk rencana mendatang.

Dengan empat cara ini, seseorang dapat mengatasi kekurangan dan kemiskinan dan tidak hanya memiliki sesuatu sehingga tidak kekurangan tetapi bisa menggunakan dan menikmati hasil yang dicapainya dengan baik., dalam Dhammapada 24 disebutkan:

“Orang yang penuh semangat, selalu sadar, bersih dalam

perbuatan, memiliki pengendalian diri, hidup sesuai dengan

Dhamma dan selalu waspada, maka kebahagiaannya akan

bertambah.”

Pesan dalam syair Dhammapada dengan penuh semangat dalam setiap tindakan atau usaha yang disertai kesadaran untuk konsentrasi dalam mengontrol pikiran untuk bertindak atau perbuatan yang buruk muncul akan terkendali dengan pikiran yang sadar dan sebagai umat Buddha tindakan yang baik yang dikembangkan serta selalu waspada dalam setiap hal yang dilakukan akan memunculkan rasa kebahagian. Kesuksesan yang diraih dalam hidup bukan hanya materi tapi rasa damai dalam diri dengan usaha yang benar.

Referensi:

  • Mahatera, Sri Pannavaro dan Dhammananda, K. Sri.____.Seri Dhamma Praktis Tanggung Jawab Bersama. Yogyakarta:Insight Vidyasena Production.
  • Tim Penyusun.2005. Dhammapada. Jakarta:Dewi Kayana Abadi.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s