BEBERAPA TEKNIK MENDAPATKAN UMPAN BALIK DAN TAHAP-TAHAP PEMBELAJARAN

Posted: April 7, 2012 in Strategi Pembelajaran

By: Jeni   & Martidep

 Pengertian Umpan Balik

Umpan balik adalah suatu proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang dilakukan oleh pendidik kepada peserta didik, supaya peserta didik dapat memahami dan menanggapi materi yang disampaikan oleh pendidik. Pada dasarnya dalam KBM  terjadinya interaksi anatara tiga unsur yaitu pendidik, bahan atau materi, dan peserta didik. Ketiga unsur tersebut mempunyai tugas yang berbeda-beda tetapi saling berkaitan, misalnya bahan sebagai perantara untuk terjadinya interaksi belajar mengajar anatara pendidik dan peserta didik.

Umpan balik yang diberikan oleh peserta didik selama pelajaran itu berbeda-beda tetapi tergantung dari rangsangan yang diberikan oleh pendidik. Sebaliknya rangsangan peserta didik dalam bentuk tanya, maka tanggapan pendidik dalam bentuk jawab.

 

Teknik Umpan Balik

Sebagai pendidik yang mempertahankan agar umpan balik selalu berlansung dalam diri peserta didik, maka umpan balik tidak hanya dalam bentuk fisik, tetapi dalam bentuk mental yang selalu berproses untuk menyerap bahan pelajaran yang di berikan oleh pendidik kepada peserta didik. Untuk mendapatkan umpan balik dari peserta didik di perlukan beberapa teknik yaitu:

1)      Memancing Apersepsi Peserta didik

Peserta didik adalah orang yang mempunyai kepribadian dengan ciri-ciri khas sesuai dengan perkembangan dan pertumbuhannya (Aswan Zain, 2006: 143).  Perkembangan dan pertumbuhan peserta didik bisa terpengaruh oleh lingkungan, dimana peserta hidup itu berdampingan dengan orang lain sekitarnya. Peserta sebagai makhluk individual suatu waktu-waktu harus hidup berdampingan dengan semua orang dalam lingkup kehidupan sosial di masyarakat.

2)      Manfaat Teknik Alat Bantu yang Akseptable

Bahan pelajaran adalah isi yang di sampaikan oleh pendidik dalam proses belajar mengajar. “Akseptable adalah usulan praktis yang dapat atau pantas diterima” (KKBI, 2000: 22). Bahan yang akan di sampaikan oleh pendidik bermacam-macam sifatnya, mulai dari yang mudah, sedang, dan sampai ke yang sukar. Oleh karena itu, seorang pendidik harus menggunakan alat bantu ketika sedang menerangkan. Ada beberapa macam alat bantu yang dapat diterima oleh siswa, agar mereka mudah memahami pelajaran diantaranya:

a)      Audio-Visual, cara ini menyajikan contoh situasi yang nyata atau contoh situasi buatan dalam sajian tayangan film. Cara ini lebih mudah menjadi pengalaman belajar dengan tayangan mengandung unsur cerita yang berkaitan dengan pengalaman.

b)      Visualisasi Verbal, cara ini berkaitan dengan membaca buku pelajaran, buku sumber, lembar kegiatan, cerita, grafik, tabel.

c)      Audio Verbal, cara penyajiannya contoh situasi nyata atau situasi buatan dalam sajian tayangan film.

 

Memiliki Betuk Motivasi yang Akurat

Proses belajar mengajar menurut Sayaful Bahri Djamarah dan Aswan Zain (2006: 143) adalah suatu proses yang dengan sengaja diciptakan untuk kepentingan peserta didik. Motivasi merupakan faktor yang mempunyai arti penting bagi seorang peserta didik. Dalam usaha untuk membangkitkan gairah belajar peserta didik, ada 6 hal yang dapat dikerjakan oleh pendidik yaitu:

a)    Membangkitkan dorongan kepada peserta didik untuk belajar

b)   Menjelaskan secara konkrit kepada peserta didik apa yang dapat dilakukan pada akhir pengajaran.

c)    Memberikan ganjaran terhadap prestasi yang dicapai peserta didik sehingga dapat merangsang untuk mendapat prestasi yang lebih baik dikemudian hari.

d)   Membentuk kebiasaan belajar yang baik

e)    Membantu kesulitan belajar peserta didik secara individual maupun kelompok.

f)    Menggunakan metode yang bervariasi.

Beberapa bentuk motivasi yang dapat pendidik gunakan untuk mempertahankan minat peserta didik terhadap bahan pelajaran yang diberikan yaitu:

1)   Memberi angka, angka dimaksud adalah simbol atau nilai dari hasil aktivitas belajar peserta didik. Angka yang diberikan pendidik bervariasi sesuai dengan tingkat kemampuan sisiwa, angka yang diberikan dapat memberikan motivasi.

2)   Hadiah, suatu yang diberikan kepada orang lain sebagai penghargan atau kenang-kenanagan. Pendidik dapat memberikan hadiah pada peserta yang berprestasi.

3)   Pujian, sebagai alat motivasi yang positif. Dalam kegiatan belajar mengajar pujian dapat dimanfaatkan sebagai alat motivasi, pujian dapat berfungsi untuk mengarahkan kegiatan peserta didik pada hal-hal yang menunjang tercapainya tujuan pengajaran. Contoh: pendidik mengajukan bertanyaan kepada murid dan peserta didik menjawab dengan benar, pendidik dapat memberikan pujian pada peserta tersebut.

4)   Gerakan tubuh, merupakan penguatan yang dapat membangkitkan gairah belajar peserta sehingga proses belajar mengajar lebih menyenangkan. Contoh: pendidik bersikap diam ketika peserta didiknya gaduh sebagai tanda agar peserta didik mengakhiri kegaduhan.

5)   Memberi tugas, tugas adalah suatu pekerjaan yang menuntut pelaksanaan untuk diselesaikan. Pendidik dapat memberikan tugas ketika akhir pembelajaran untuk dikerjakan di rumah.

6)   Memberikan ulangan, adalah salah satu strategi yang penting dalam pengajaran. fungsi ulangan adalah pendidik ingin mengetahui sampai dimana hasil pengajaran yang telah dilakukan (evaluasi proses), dan sampai sejauh mana tingkat penguasaan peserta didik terhadap bahan yang telah diberikan dalam rentangan waktu tertentu (evaluasi produk), dan ingin mendapatkan umpan balik dari peserta didik.

7)   Mengetahui hasil, adalah suatu sifat yang sudah melekat di dalam diri setiap orang. Setiap tugas yang telah diselesaikan peserta didik yang telah diberi angka atau nilai sebagai hasil belajar peserta dan untuk mengetahui prestasi peserta.

8)   Hukuman, adalah reinforcement yang negatif, tetapi diperlukan dalam pendidikan. Hukuman yang dimaksud disini adalah hukuman yang mendidik. Contoh: jika peserta telat datang sekolah pendidik dapat memberikan hukuman dengan menyapu lantai, mencatat bahan pelajaran yang ketingalan, merangkum.

 

Menggunakan Metode yang Bervariasi

Metode adalah strategi yang tidak bisa ditinggalkan dalam proses belajar mengajar. Penggunaan metode mengajar yang bervarsi dapat menggairahkan peserta didik agar kegiatan belajar tidak membosankan, metode yang digunakan sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Tahap-tahap Pembelajaran

Dalam kegiatan belajar mengajar memerlukan tahap-tahap pembelajaran yang meliputi:

  1. Pembelajaran memiliki tujuan.
  2. Adanya prosedur.
  3. Kegiatan belajar mengajar di tandai dengan satu penggarapan materi yang khusus.
  4. Aktivitas anak didik.
  5. Guru berperan sebagai pembimbing.
  6. Adanya sikap disiplin.
  7. Batas waktu untuk mencapai tujuan.
  8. Evaluasi.

 

 

Referensi:

Sayaful Bahri Djamarah, Aswan Zain. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Tim Penyusun. 2000. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s