RAHASIA RINDU

Posted: Maret 27, 2012 in cerpenQ


By: Dwi Astuti

Pelataran SMA Setia Abadi jika tidak selingkuh, pagi yang cerah terlihat hanya petugas kebersihan yang sedang sibuk menyapu membersihkan halaman sekolah. Beberapa siswa dan siswi SMA terlihat memasuki gerbang sekolah dengan seragam olahraganya. Hari minggu ada kegiatan ekstrakulikuler basket, sepak bola dan bulu tangkis. Erwin kapten di tim basket cowo keren yang menjadi idola cewe-cewe memberi salam kepada teman-teman timnya.

“Hai… gust, how are you?” Sapa Erwin

“Hai… Erwin 1enyong apik-apik bae” sahut Fendi dengan logat Banyumas yang kental.

“kamu diajak ngomong bahasa Inggris malah jawabnya dengan bahasa Jawa, sahut Aksa dengerin ya seharusnya kamu jawabnya begini “ayam fine!!!”

Mendengar ucapan Aksa anak-anak lain pun tertawa terbahak-bahak, biasa waktu istirahat pada kumpul di kantin sambil 2dagelan bareng-bareng.

kowe ya sami mawon ora bisa bahasa Inggris juga masih sok jago lagi, ucap Tio sambil tertawa ada juga jawabanya seperti ini “I’m fine thanks you”.

Percakapan teman-teman samar-samar memudar ketika Erwin melihat sesosok cewe bertubuh mungil, ramput panjang dengan wajah manis, ketika wajah manis itu tersenyum terlihat dua lesung pipit yang menambah kecantikan wajahnya yang sedap dipandang, semakin membuat Erwin terpesona.

woiiiiiii…….. Win??? teriak Aksa ditelinga Erwin, secara otomatis Erwin berteriak “kamu gila  teriak-teriak ditelinga orang”

“lagian di panggil-panggil nggak nyaut?”sahut Aksa, “3ndeleng apa sih kowe Win?”

“pasti ngliatin Irsyana ya?”lanjut tio

Erwin langsung mesem-mesem “iya tuh cewe makin manis aja dari dulu nggak berubah hehe…..”

“Dasar kamu kan udah punya Citra” lanjut Tio

“hehehe…… nggak papa kali” jawab  Erwin, “uuuhhhh…..” teman-teman serentak.

Prittt… prittt…. Pritttt peluit sang pelatih berbunyi nyaring tanda mulai latihan lagi.

“yuk… mulai latihan, ajak Erwin kepada teman-temannya memulai latihan basket.

“ok…. “sahut teman-temannya dengan kompak

Mereka berlatih keras untuk lomba antar sekolah bergengsi di Sekolah Setia Abadi sebagia tuan rumah.

***

Keadaan sekolah sudah sepi, anak-anak sudah pulang, duk…duk…duk… terdengar suara sangat keras dari lapangan basket. Sambil perjalan Yana mencari bunyi yang membuatnya penasaran dan bising.

“belum pulang Win? tiba-tiba terdengar suara yang mengagetkan Erwin yang lagi asyik main basket.

“eh … Yana belum, masih pengen pemanasan buat lomba antar sekolah bulan depan, kamu belum pulang, teman yang lain mana?”tanya Erwin

“owh… belum rencana mau ke toko buku dulu, yang lain pada ke mall biasa shopping

“oh… mau tak temenin?”tawar Erwin

“he… nggak usah kamu kan lagi latihan” Yana menolak.

Yana dan Erwin sudah berteman sejak kecil tapi karena keluarga Yana harus pindah ke Jakarta mengikuti keluarga Ayahnya jadi mereka harus berpisah. Sekarang waktu SMA mereka dipertemukan lagi, keluarga mereka pindah lagi ke Bandung sejak nenenknya meninggal.

nggak papa lagian kita udah lama nggak jalan bareng  seperti dulu”seru Erwin.

“emm… bagaimana dengan Citra baik kan?”mengalihkan pembicaraan

Erwin kaget “owh… baik”

“ya udah aku ke toko buku dulu, kapan-kapan mampir ke rumah ngobrol lagi” pintah Yana.

“aku temeni ya? Pleace” sambil memegang tangan Yana berharap boleh menemani.

Door…door…door terdengar suara hand phone dari tas Erwin

sorry aku angkat dulu” mengambil hand phone di tas, Yana terdiam berdiri ditengah-tengah lapangan basket ditemani mendunganya langit sore.

“ada apa Cit, aku lagi dilapangan, owh… aku ke sana sekarang” jawab Erwin

Sudah satu tahun mereka pacaran, mereka terlihat cocok. Citra cewe popular di SMA Setia Abadi, selain cantik dia juga pinter dan menjadi Ketua OSIS di sekolah  banyak cowo yang suka padanya.

“aku anterin kamu ke toko buku dahulu?”pintah Erwin

nggak usah, tadi Citra kan? makasih aku sendiri saja, bye bye” pergi meninggalkan Erwin.

Kedua sahabat yang selalu bersama sejak mereka kecil, kini terasa asing dan sangat jauh sejak berpisah dan menjalani kehidupan masing-masing.

***

wooooiiiiii… pagi-pagi sudah ngalamun” teriak Dewi and Putri, “iiihhhhhhh… kalian mengagetkan saja, bising tahu” tampak Yana kesal dengan teman-temannya yang suka jail tapi ngangenin.

“lagian pagi-pagi sudah ngalamun, mikirin apa sih?” belum sempai njawab ci dewi nyrobot aja “awas muncrat makan sambil ngomong” hehehe nggak lah

Belum sempet njawab tiba-tiba Erwin, Citra dan temen-teman lain yang lagi asyik bersenda gurau berjalan memasuki kelas. Erwin berjalan sambil melihat Yana yang lagi duduk didepan kelas.

“helo… “tangan putri dikibas-kibaskan didepan wajah Yana

nggak papa, yuk masuk kelas bentar lagi masuk”

“ya udah dech, nggak usah terlalu dipikirkan sejak popular memang Erwin jadi sibuk banget di sekolah, banyak yang menidolakannya dan dia memang cowo super cuek” Dewi memahami apa yang ditatap Yana.

Jam istirahat Yana dan teman-teman digunakan ke perpustakaan baca-baca buku.

“Dewi ini ada buku bagus cara cinta dalam biologi”. “uuss… jangan keras-keras disini buat baca buku bukan ngincer cowo”seru Dewi

“ya ya” Putri langsung diam

Di perpustakaan sunyi hanya ada anak-anak yang serius membaca buku, tapi bukan berarti pada kutu buku semua loh.

“hai… serius amat baca bukunya apa lagi ngalamun?” tiba-tiba Fendi mengagetkan Yana.

“Fendi, kaget ah…”. “ lagian dari tadi bukannya baca buku malah sibuk ngalamun aja”, Yana cuma tersenyum

4ngguyu maning tambah manis aja lah kowe, jadi kelepek-kelepek enyonglah” sambil tertawa dan memandang Yana.

“lagian kamu lucu banget logat kamu, padahal kamu tinggal di Badung sudah lama, bahasa nenek moyang kamu belum hilang?”canda Yana

“eihhh… nggak boleh ilang dong warisan budaya” jawab Fendi semangat

“ya salut pokoe lah” hahahaha… mereka ketawa bareng

Tettt… tettt… tettt… “bel pulang tuh, hari ini kan guru ada rapat” seru Putri dan Dewi girang buru-buru keluar meninggalkan Fendi dan Yana.

“nanti ada acara nggak?” Tanya Fendi

“kayanya nggak, jalan-jalan yuk!!!” ajak Yana

“boleh aku tunggu di taman?” jawab Fendi sambil berjalan keluar perpustakaan

“ok” Yana tersenyum.

***

“tunggu bentar beb! aku ke atas ganti baju dulu” Erwin ke kamar ganti baju

“ya“ jawab Citra

Sambil menunggu Citra melihat-lihat foto keluarga Erwin yang sangat harmonis. Di meja Piano terlihat buku kecil yang mungil menarik perhatian Citra untuk membukanya, terlihat sudah usang dan banyak coretan menandakan kekreatifan pemilik buku. Citra membuka lembaran pertama tertulis puisi cinta Dear Manis:

malam ini aku sendiri, bintang terangku esokkan pergi meninggalkan aku, akan aku bawa kemimpi senyum manis  dari dirimu, dekap hangat tubuhmu akan aku jaga, lentera kasihku padamu, dengarkanlah manisku! aku mencintaimu hingga saat ini aku merindukanmu love is miracle”

Di akhir buku terlihat foto Yana dan Erwin, dibuku banyak puisi cinta untuk manis”

sorry beb nunggu lama” terdengar suara dari belakang Citra

beb? kamu kenapa, ko nangis?” Tanya Erwin

Citra berbalik dipegangnya buku harian erat-erat.

“sekarang aku tahu kenapa selama ini kau selalu disampingku, tapi perasaan tak pernah ada untukku” Citra lemas menatap Erwin tajam.

“Citttt” jawab Erwin merunduk merasa bersalah tak jujur, “aku bisa jelaskan“jawabnya pelan

“jelaskan apa?buku ini telah menjawab semua” Citra menangis.

“sekarang kamu sudah tahu, jika aku mengelak itu berarti aku membohongi diriku dan akan menyakitkanmu, maafkan aku cuma mencoba untuk membuka hatiku untukmu”

“beri aku waktu untuk sendiri dan jangan ganggu aku”Citra meninggalkan Erwin

***

“taman ini nggak berubah? ”sambil menghirup udara sore yang menyejukan

“ya, taman ini masih sama seperti 3 tahun yang lalu bersama kenangan kita dan Erwin” jawab Fendi

“ya, indah banget masa itu jadi ingin kembali ke masa itu” Yana berharap.

“jika dulu kau tak pindah apakah kau akan bersama Erwin sekarang di taman ini?”Tanya Fendi

“emm…ya kita akan jalan-jalan, dan makan bersama, belum selesai berbicara tangan Fendi terdiam di bibir Yana, “esss… perasaanmu?” lanjut Fendi

“aku tau kalian saling mencintai sejak SMP tapi karena kamu pindah, kalian tak dapat mengungkapkan cinta” Fendi mencoba mengingatkan

“sekarang perasaan itu masih bersemi yang membuat kebohongan pada diri kalian” lanjut Fendi

Yana terdiam “kau selalu saja tak membaca hatiku, jika aku bersamanya apa kau akan mencintai atau membenciku?” Yana menatap Fendi tajam

“aku tak akan melakukan itu jika hal ini membuatmu tak peduli padaku”

Fendi menarik nafas panjang “dia mencintaimu” jawabnya pelan

“tapi kau mencintaiku dan aku mencintaimu, jika hal ini membuat persahabtan kita hancur aku takkan memilih”jawab Yana tegas dan melangkah meninggalkan Fendi yang terdiam.

Taman Sekolah Setia Abadi terasa sepi hanya suara nyanyian burung dan angin yang menemani ke dua remaja yang dalam kebimbangan

***

Dua puluh maret 18.30 WIB, malam ini Erwin merayakan ulang tahunnya yang ke-18, sangat meriah tapi karena masalah yang menerpa para remaja ini menjadi terasa biasa saja.

“selamat  win semoga panjang umur”Ayu dan Dewi berjabat tangan

“makasih dah mau datang, Yana mana nggak bareng?”Tanya Erwin cemas

“kenapa kangen ya?”ledek Ayu “hus…”Dewi menyenggol tangan Ayu

“dia di belakang, nanti pasti datang ”Dewi menyakinkan

nggak papa…”jawab Erwin

Beberapa hari ini Erwin dan Citra hubungan mereka agak renggang tak tampak mesra dan selalu bersama seperti biasa. Yana diberitahukan Tri hubungan mereka ada diujung tanduk semenjak Citra membaca buku harian yang berisi puisi cinta untuk manis. Sebelum berangkat ke ultah Erwin, Yana menghampiri citra di rumahnya.

Tok… tok… tok… “ini mama sayang, ada Yana pengin ketemu kamu sayang”mama Citra membujuk Citra

“dia sudah 3 hari ini murung di kamar sejak jauh dari Erwin” mama Citra bercerita

“oh… gto tante”jawab Yana

“sayang kasihan Yana dah menunggu lama, ayo buka sayang!!”pintah mama

Tak lama setelah mama membujuk akhirnya citra membukakan pintu kamarnya

“nah gto sayang, jangan bersedih terus!!Yana mama tinggal kalian ngobrol!”

“ya tante… terimakasih tante”, mama meninggalkan mereka berdua.

“ada apa? bukanya sekarang ultah Erwin? ngapain kamu ke sini?”Tanya Citra ketus

“aku ke sini mau mengajak kamu ke ultah Erwin!”

“aku kan dah nggak ada hubungan apa-apa lagi dengannya, jadi nggak usah datang, lagian dia juga nggak mencintaiku lagi”Yana terdiam

“buku harian itu kan masa lalu, waktu itu kita cuma cinta monyet, Erwin sayang denganmu buktinya selama ini dia selalu ada untukmu, menjagamu dan selalu mengerti kamu”

“tapi buku harian itu sudah menjawab bahwa itu semua bohong”Citra mengelak

“jika dia tak mencintaimu dia tak akan rela berkorban demi kamu, dan malam ini dia akan minta maaf dan berharap kau datang ke acara ultahnya dan meminta kau kembali padanya sebagai kado sepesial darimu”Yana menyakinkan

Sementara di rumah, Erwin sudah cemas karena acara sudah dimulai tapi mereka berdua belum juga datang. Tiba-tiba Citra muncul denagn gaun biru dan pita dirambutnya membuatnya makin cantik, anak-anak bertepuk tangan menyambut kedatanganya

“teman-teman aku ingin bilang pada semua, bahwa aku mencintai Citra dan sayang sama dia, dari hati yang terdalam aku minta maaf, aku sangat menyesal dan aku ingin kau mau kembali padaku!!”Erwin berteriak keras untuk meyakinkan dan berharap. Citra mengangguk menghampiri Erwin dan memeluknya.

Cici cuuuuitttt….. anak-anak bertepuk tangan gembira, dibelakang mereka terlihat manis tersenyum gembira.

“pengumuman-pengumuman, teman-teman di sini juga ada yang akan berbahagia”teriak Erwin

“siapa???”Tanya teman lain

“Fendi dan Yana, ayo!”ajak kawan-kawan

“Fen dia pantas untukmu, jaga bintang manis ini baik-baik!dia akan selalu menerangi langkahmu”pesan Erwin

5maturnuwun, mesti tak ati-ati lah cintaku”Fendi tersenyum bahagia, mereka berpelukan

Terang bintang dan gelapnya malam menemani semarak kebahagian anak-anak remaja yang menganjak dewasa, pengalaman persahabtan, harapan dan cinta yang tersimpan rahasia rindu dalam pilihan.

 

1Sayabaik-baik saja

2Bercanda

3Melihat apa sih kamu

4Tersenyum lagi tambah manis aja kamu membuat aku terpesona

5Terima kasih, pasti aku jaga baik-baik cintaku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s