VIPASSANUPAKILESA

Posted: Maret 16, 2012 in Samadhi

Kelompok 3 :

  1.    Martidep   (09.1.176)                         Tugas                          : Samadhi 2
  2.    Sudiyati     (09.1.179)                         Dosen Pengampu      : Suranto, S.Ag
  3.    Suprapti    (09.1.180)

 

Vipassanupakilesa adalah kekotoran batin atau rintangan yang menghambat perkembangan dalam meditasi vipassana. Ada sepuluh macam Vipassanupakilesa yang dapat menghambat perkembangan meditasi. Kekotoran batin ini timbul pada perkembangan sammasana-nana yaitu pengetahuan yang menunjukan nama dan rupa sebagai tilakkhana (tiga corak umum) ialah anicca dukkha, anatta, yang merupakan nana yang ke tiga. Ada sepuluh macam vipassanupakilesa antara lain:

 

  1. Obhasa adalah sinar-sinar gemerlapan yang bentuk dan keadaannya bermacam-macam,kadang-kadang merupakan pemandangan yang menyenangkan. Ada beberapa macam bentuk-bentuk dari obhasa yang biasa dirasakan saat bermeditasi. Bila batin merenungkan obyek ini dan berada dalam meditasi upacara Samadhi maka akan dapat mengembangkan pengetahuan kekuatan batin mata dewa (dibbacakkhu-nana). Namun hasil yang dicapai itu bukanlah hasil yang sebenarnya dalam vipassana karena merupakan hasil meditasi ketenangan.

 

2. Piti adalah kegiuran, yang merupakan perasaan yang nyaman dan nikmat.

Macam-macam piti :

  • Khuddaka pitið kecil
  • Khanika piti ð sesaat
  • Okkantika piti ð sekejap-sekejap
  • Ubbenga piti ð mengharukan
  • Pharana piti ð meresap

 

3. Passadi adalah ketenangan dalam menguasai jhana( ketenangan) dengan obyek tenang seperti kosong tanpa obyek lain.

ðkondisi ini adalah upekkha dalam jhana ke empat dan masih bersifat ketenangan (samatha)

Bentuk dari pasadhi :

–          Tenang dan aman seperti telah mencapai penerangan sejati

–          Tidak ada kegelisahan dan penyelewengan pikiran

–          Pengenalan dan penyadaran berlangsung dengan mudah

–          Merasa sejuk dan enak, tidak gelisah

–          Merasa puas dengan pengenalan dan penyadaran

–          Merasa terserap seperti akan tertidur

Kondisi disini diperlukan adanya pengetahuan (nana) untuk mengetahuinya sebagai cara untuk mengetahui jalan (magga) dan hasil (phala) agar dapat diketahui secara benar tentang pencapaian magga dan phala.

 

4. Sukha adalah kebahagiaan tubuh dan batin. Sukha merupakan obyek meditasi untuk mencapai jhana yang lebih tinggi.

Bentuk sukha :

–       Merasa gembira

–       Merasa senang,terhibur,nikmat,dan tidak ingin berhenti tetapi mau meneruskan latihan sampai waktu yang lama.

–       Ingin berbicara dan menceritakan kepada orang lain tentang hasil-hasil meditasi yang telh didapatinya

kebahagiaan yang dicaoai disini bukanlah kebahagiaan yang akan mencapai pandangan terang karena masih dalam kondisi samatha (ketenangan).

5. Saddha adalah keyakinan yang kuat dan harapan agar setiap orang juga seperti dirinya. Keyakinan yang dimaksud disini adalah keyakinan yang disertai dengan kebijaksanaan yang dicapai oleh orang yang telah mencapai kesucian, dan biasanya orang biasa atau umat awam memiliki keyakinan yang tidak disertai dengan kebijaksanaan dan mereka menganggap telah mencapai suatu hasil.

6. Paggaha adalah usaha yang terlalu giat yang lebih daripada semestinya. Misalnya pada saat meditasi permulaan seseorang melaksanakan meditasi selama 5 jam karena orang tersebut terlalu giat untuk melaksanakan meditasi tersebut.

7. Upatthana adalah ingatan yang tajam, yang sering timbul dan mengganggu perkembangan kedasaran, karena tidak memperhatikan saat yang sekarang. Misalnya pada saat bermeditasi pikiran mengembara kesana kemari dan membayangkan hal-hal yang telah terjadi atau membayangkan hal-hal yang belum terjadi.

8. Nana adalah pengetahuan yang sering timbul dan mengganggu jalannya praktek meditasi.

9. Upekkha adalah keseimbangan batin, dimana pikiran tidak mau bergerak untuk menyadari proses-proses yang timbul.

10. Nikanti adalah perasaan puas terhadap obyek-obyek.

Referensi:

Diputhera, Oka. 2004. Meditasi II. Jakarta. Vajra Dharma Nusantara.

Panjika. 2004.Kamus Umum Buddha Dharma. Jakarta. Trisattva Buddhist Centre.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s