ASUBHA BHAVANA

Posted: Maret 16, 2012 in Samadhi

By :     Feri yanto sutiyono, Sri Siyami


Latar Belakang

Adapun latar belakang dalam penulisan tugas paper dan pesentasi ini ialah untuk melengkapi nilai, guna untuk mengikuti Ujian Semester mendatang. Selain itu penulisan paper ini juga untuk membantu kami secara pribadi agar dapat lebih mengerti tentang Asubha Bhavana. Dan juga diharapkan dapat mengubah tingkah laku kami.

 

Pembahasan

            Asubha Bhavana merupakan bagian dari 40 Objek Meditasi. Kata Asubha itu sendiri memiliki arti menjijikan atau kekotoran. Maka dari itu dalam Asubha Bhavana dijelaskan tentang sepuluh tingkat tentang kelapukan dari sesosok mayat. Asubha Bhavana ditujukan kepada mereka-mereka yang mengembangkan Raga Carita.

Perenungan terhadap badan jasmani sebagai hal yang menjijikan dalam Dhammasangani yang berkaitan dengan pencapaian Jhana Pertama digolongkan sebagai berikut:

  1. Uddumataka               : suatu mayat menggembung
  2. Vinilaka                       : suatu mayat berubah warna
  3. Vipibbaka                    : suatu mayat bernanah
  4. Vicchiddaka                : suatu mayat membelah
  5. Vikkhaitaka                 : suatu mayat tersobek-sobek
  6. Vikkhittaka                  : suatu mayat terpisah-pisah
  7. Hatavikkhittaka           : suatu mayat terpotong dan terpisah 
  8. Lohitaka                      : suatu mayat berdarah
  9. Pulavaka                     : suatu mayat dikerumuni oleh cacing-cacing
  10. Atthika                         : suatu kerangka

 

Untuk lebih jelasnya akan kami uraikan di bawah ini tentang sepuluh objek perenungan tersebut, yaitu:

Uddumataka (suatu mayat menggembung)

             Dengan menyadari sifat dari mayat yang membengkak yang secara berangsur-angsur telah menggelembung. Maka kita akan memperoleh dua gambaran yaitu gambaran batin (Uggaha-Nimitta) dan gambaran tercapai (Patibhaga-Nimitta).

Gambaran batin. Diputhera (2004:46) “…nimitta itu dapat kita ubah-ubah menjadi besar, kecil, kecil, rendah atau tinggi dengan sekehendak hati… .”  Jadi di sini ganbaran batin sesuai dengan apa yang kita bayangkan.

Gambaran tercapai. Diputhera (2004:46) “…nimitta pada pencapaian tingkat nimitta itu dapat diubah-ubah warnanya, terlihat seperti bintang atau sinar yang serupa; maka pikiran tidak tergoyahkan pada waktu itu, nafas terasa halus dan tidak terpengaruh oleh suara… .” Jadi gambaran tercapai itu di mana kita sampai pada satu titik yang kita tuju. Dalam perenungan ini ini yaitu kita telah dapat menyingkirkan nafsu-nafsu indria kita.

Perenungan pada Uddumataka ini khususnya mencontohkan kelapukan pada badan jasmani. Perenungan dengan objek ini sesuai untuk seorang yang bernafsu terhadap kecantikan bentuk.

 

Vinilaka (suatu mayat berubah warna)

            Yang menjadi perenungan dari objek ini ialah bagaimana proses perubahan warna dari suatu mayat. Yaitu dimulai dari bagian daging yang banyak sekali berubah menjadi merah dan bagian dimana cairan berkumpul menjadi putih. Kemudian mayat berubah menjadi biru kehijau-hijauan, darah dan dan cairan bercampur, dan terhir mayat  itu terlihat dilapisi oleh lapisan biru.

Perenungan pada Vinilaka ini khususnya mencontohkan kelapukan pada kecantikan kulit. Perenungan dengan objek ini sesuai untuk seorang yang bernafsu terhadap kecantikan kulit dan wajah.

 

Vipibbaka       (suatu mayat bernanah)

Ialah suatu mayat yang mengeluarkan unsur dari bagian-bagian yang tersobek, dengan keadaan bernannah dan menjijikan. Di sini Uggaha–Nimitta nampak sebagai suatu cairan yang meleleh, sedangkan Patibhaga-Nimitta adalah tenang dan teguh.

Perenungan pada Vipibbaka ini khususnya mencontohkan kelapukan pada aroma tubuh. Perenungan dengan objek ini sesuai untuk seorang yang bernafsu terhadap bau harum badan, yang dihasilkan dengan cara buatan, seperti bunga-bungaan, wangi-wangian dan sebagainya.

 

Vicchiddaka (suatu mayat membelah)

Ialah suatu mayat suatu mayat yang membelah menjadi dua dipertengahan atau sutu mayat yang dipotong di pertengahan. Bentuknya sangat menjijikan karena berlubang di dalam. Di sini Uggaha–Nimitta nampak sebagai suatu mayat yang terpotong di pertengahan, sedangkan Patibhaga-Nimitta muncul dengan penuh dan sempurna.

Perenungan pada Vicchiddaka ini khususnya menunjukan bahwa adanya bermacam-macam lubang di dalam badan jasmani.  Perenungan dengan objek ini sesuai untuk seorang yang bernafsu terhadap bentuk badan jasmani yang tegug dan padat.

 

Vikkhaitaka (suatu mayat tersobek-sobek)

Ialah suatu mayat yang kondisinya tercabik-cabik. Guttadhamo (2006:129) “… mayat yang disobek dan dikoyak oleh burung-burung dan binatang-binatang buas.” Di sini Uggaha–Nimitta nampak sebagai suatu mayat yang tersobek-sobek di sana-sini, sedangkan Patibhaga-Nimitta muncul dengan penuh dan sempurna.

Perenungan pada Vikkhaitaka ini menggambarkan kehancuran dari kesempurnaan dan kepadatan daging. Perenungan dengan objek ini sesuai bagi seseorang yang bernafsu terhadap kepadatan daging pada bagian-bagian tertentu badan jasmani seperti dada, lengan, paha, dan bagian yang padat lainya.

 

Vikkhittaka (suatu mayat terpisah-pisah)

Hatavikkhittaka (suatu mayat terpotong dan terpisah)

Lohitaka (suatu mayat berdarah)

Pulavaka (suatu mayat dikerumuni oleh cacing-cacing)

Atthika (suatu kerangka)

 

 

 

 

            

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s