MᾹJJHIMA NIKᾹYA SᾹLEYYAKA SUTTA (Brahmana-brahmana Sālā)

Posted: Maret 10, 2012 in metodologi penelitian II

By: Dwi Astuti

 Latar Belakang

Disampaikan oleh Sang Buddha di desa brahmana Kosala yang bernama Sālā. Saat itu Sang Buddha sedang berkelana secara bertahap di negri kosala dengan kelompok besar Sangha Bhikkhu. Perumah tangga brahmana Kosala menanyakan tentang penyebab kelahiran seseorang di alam bahagia dan di alam menderita.

Inti sutta

Perbuatan seseorang menentukan tumimbal lahir setiap makhluk, perilaku yang sesuai dengan Dhamma membawa kelahiran di alam yang bahagia dan perilaku yang tidak sesuai dengan Dhamma membawa kelahiran di alam yang menderita atau tidak menyenangkan.

 Isi Sutta

Ketika berada di negri Kosala Sang Buddha singgah disuatu perumahan bernama Sālā. Kaum brahmana dan perumah tangga disana yang mendengar kemansyuran Sang Buddha pergi kesana untuk menjumapai beliau. Mereka bertanya tentang apakah sebab yang membuat makhluk hidup setelah meninggal dunia bertumimbal lahir di alam menderita dan di alam bahagia atau yang menyenangkan. Sang Buddha menjawab bahwa mereka yang terlahir di alam yang menderita karena perilaku yang tidak sesuai dengan Dhamma (adhammacariya) dan sebaliknya yang terlahir ke alam bahagia karena perilakunya sesuai dengan Dhamma (dhammacariya).

Dijelaskan oleh Sang Buddha tentang 10 perbuatan tercela atau jahat (akusala-kammapatha) yang mengarah pada keadaan yang menderita atau sengsara:

Kayaduccarita 3 (3 kejahatan dari jasmani):

  • Panatipata (pembunuhan), membunuh makhluk hidup dengan kejam, suka memukul dan bertindak kekerasan, tidak berbelas kasihan kepada makhluk hidup.
  • Adinnadana (pencurian), mengambil barang yang bukan miliknya dengan cara mencuri kekayaan atau harta milik orang lain.
  • Kamesumicchacara (perzinahan), berperilaku salah dalam kenikmatan-kenikmatan indera, berhubungan dengan istri atau suami orang lain, berhubungan tanpa ada suatu ikatan yang resmi.

Vaciduccarita 4 (4 kejahatan dari perkataan):

  • Musavada (berdusta atau berbohong),
  • Pisunavaca (memfitnah), mengadudomba orang lain.
  • Pharusavaca (bicara kasar), berbicara yang menyinggung orang lain dengan keras sehingga menyakiti orang lain, marah-marah.
  • Samphappalapa (berbicara hal-hal yang tidak perlu atau omong kosong), menggosip, bicara yang bukan fakta.

Manoduvaccarita 3 ( 3 kejahatan dari pikiran):

  • Abhijjha (nafsu loba), timbul iri hati dengan milik orang lain.
  • Byapada (kemauan jahat atau dendam), timbul pikiran penuh niat jahat “semoga orang yang dibenci mati kecelakaan”.
  • Miccha-ditthi (pandangan salah), tidak percaya dengan hukum kamma, menganggap tubuh ini kekal.

Sebaliknya jika seseorang terlahir di alam yang bahagia menghindari 10 perbuatan buruk dan mempraktekan 10 perbuatan baik (kusala karmapatha) yang mendorong makhluk hidup terlahir di alam yang bahagia atau menyenangkan:

Kayasucarita 3 (3 kebajikan dari jasmani):

  • Panatipata veramani (menahan diri dari pembunuhan)
  • Adinnadana veramanai (menahan diri dari pencurian)
  • Kamesumicchacara veramanai (menahan diri dari perzinahan)

Vacisucarita (4 kebaikan dari perkataan):

  • Musavada veramani (menahan diri dari berdusta)
  • Pisunaya vacaya veramani (menahan diri dari berbicara memfitnah)
  • Pharusaya vacaya veramani (menahan diri dari bicara kasar)
  • Samphappalapa veramani (menahan diri dari berbicara hal yang tidak perlu dan omong kosong)

Manosucarita (3 kebaikan dari pikiran):

  • Anubhijjha (tidak mempunyai nafsu loba)
  • Abyapada (tidak mempunyai kemauan jahat)
  • Samma-ditthi (berpandangan benar).

 Pesan Moral

Dengan hidup sesuai Dhamma seseorang dapat mendorong terlahir di alam yang bahagia, sebaliknya seseorang yang hidup tidak sesuai Dhamma akan mendorong terlahir ke alam yang menderita, hendaknya jika ingin terlahir di alam yang bahagia berperilakulah yang sesuai Dhamma yang diajarkan Sang Buddha.

Referensi:

  • Panjika.2004. Kamus Umum Buddha Dharma. Jakarta: Tri Sattva Buddhist Center.
  • Lay, Ko U.2000. Panduan Tipitaka. Klaten: Vihara Bodhivamsa.
  • Tim penyusun.2006. Majjhima Nikaya . Klaten: Vihara Bodhivamsa, Wisma Dhammaguna.

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s