Kukuravatika Sutta (Petapa Petugas Anjing)

Posted: Maret 10, 2012 in Sutta Pitaka

Oleh: Siti Parsiyah      (09.1.178)

  • Latar Belakang Masalah

Pada suatu ketika Yang Terbekahi sedang berdiam di negeri Koliya, di sebuah kota Koliya yang bernama Haliddavasana. Pada waktu itu, Punna yaitu putra suku Koliya yang merupakan seorang petapa tugas ternak, dan juga Seniya seorang petapa telanjang tugas anjing pergi ke Yang Terbekahi. Punna (si petapa tugas ternak) memberi hormat kepada Yang Terbekahi dan kemudian duduk di satu sisi sedangkan Seniya (si petapa telanjang tugas anjing) bertukar salam dengan Yang Terbekahi. Setelah percakapan yang sopan dan bersahabat ini selesai, dia pun duduk di satu sisi dengan posisi melingkar seperti anjing.

Punna berkata kepada yang Terbekahi: “Yang Mulia, Seniya ini adalah seorang petapa telanjang tugas anjing yang melakukan sesuatu yang sulit untuk dilakukan: dia makan makannya bila makanan itu dilemparkan ke tanah. Sudah lama dia melakukan dan mempraktekkan tugas anjing itu. Ke manakah tempat tujuannya? Ke manakah arah masa depannya?” “cukup Punna sudahlah. Janganlah menanyakan hal ini padaku” Demikian sampai tiga kali. Karena Punna membujuk terus sehingga Yang mulia menjawab di sini, Punna seseorang mengembangkan tugas anjing secara penuh dan tidak terputus, dia mengembangkan kebiasaan anjing secara penuh dan tidak terputus, dia mengembangkan pikiran anjing secara penuh dan tidak terputus. Setelah melakukan hal itu, pada waktu hancurnya tubuh, setelah kematian, dia muncul kembali di kelompok anjing. Tetapi jika dia memiliki suatu pandangan seperti ini “dengan moralitas atau pengendalian atau petapaan, aku akan menjadi dewa besar maupun kecil maka itu adalah pandangan salah di dalam kasusnya. Ada dua tempat tujuan untuk orang yang memiliki pandangan salah, kukatakan: neraka atau alam binatang. Karena itu punna jika tugas anjing Seniya berhasil, hal itu akan membawanya pada kelompok anjing; jika gagal, hal itu akan membawanya ke neraka. Ketika hal ini dikatakan, Seniya si petapa telanjang tugas anjing itu pun menjerit dan menangis. Dia menangis bukan karena Yang Terbekahi mengatakan hal itu namun karena telah lama melakukan dan mempraktekknan tugas anjing ini.

Setelah itu, Seniya juga bertanya seperti Punna, Yang Mulia Punna adalah petapa tugas ternak. Sudah lama dia melakukan dan mempraktekkan tugas ternak itu. Ke manakah tempat tujuannya? Kemanakah arah masa depannya?  Demikian sampai tiga kali. Akhirnya pun Yang terbekahi disini Seniya seseorang mengembangkan tugas ternak secara penuh dan tidak terputus dia, mengembangkan kebiasaan ternak secara penuh dan tidak terputus, dia mengembangkan pikiran ternak secara penuh dan tidak terputus. Setelah melakukan hal itu, pada waktu hancurnya tubuh, setelah kematian, dia muncul kembali di kelompok ternak. Tetapi jika dia memiliki suatu pandangan seperti ini “dengan moralitas atau pengendalian atau petapaan, aku akan menjadi dewa besar maupun kecil maka itu adalah pandangan salah di dalam kasusnya. Ada dua tempat tujuan untuk orang yang memiliki pandangan salah, kukatakan: neraka atau alam binatang. Karena itu punna jika tugas anjing Seniya berhasil, hal itu akan membawanya pada kelompok ternak; jika gagal, hal itu akan membawanya ke neraka. Ketika hal ini dikatakan, Punna pun menjerit dan menangis. Punna menangis bukan karena ucapan Yang Terbekahi namun karena dia telah lama melakukan dan mempraktekkan tugas ternak. Setelah itu punya meminta Yang Terbekahi untuk mengajarkan Dhamma agar dia dapat meninggalkan tugas ternak dan Seniya dapat meninggalkan tugas anjing.

  • Isi Sutta

Karena Punna dan Seniya bertanya seperti itu maka Yang Terbekahi menjelaskan tentang empat jenis tindakan yang dinyatakan setelah Beliau merealisasikan.

Empat tindakan itu yaitu:

1. Tindakan gelap dengan hasil yang gelap, seseorang membangkitkan betukan tubuh yang menyebabkan bentukan tubuh yang menyebabkan penderitaan, bentukan ucapan yang menyebabkan penderitaan, bentukan mental yang menyebabkan penderitaan.

2. Tindakan terang dengan hasil yang terang, seseorang membangkitkan betukan tubuh yang tidak menyebabkan penderitaan, bentukan ucapan yang tidak menyebabkan penderitaan, bentukan mental yang tidak menyebabkan penderitaan.

3. Tindakan gelap dan terang dengan hasil yang gelap dan terang. Seseorang membangkitkan bentukan tubuh yang sekaligus meyebabkan penderitaan dan tidak menyebabkan penderitaan, bentukan ucapan yang sekaligus menyebabkan penderitaan dan tidak menyebabkan penderitaan, bentukan mental yang sekaligus menyebabkan penderitaan dan tidak menyebabkan penderitaan.

4. Tindakan yang bukan gelap pun bukan terang dengan hasil yang bukan gelap pun bukan terang, tindakan yang membawa pada hancurnya tindakan. Adalah adanya niat untuk meninggalkan jenis tindakan yang gelap dengan hasil yang gelap, dan niat untuk meninggalkan jenis tindakan yang terang dengan hasil yang terang, niat untuk meninggalkan jenis tindakan yang gelap dan terang dengan hasi8l yang gelap dan terang.

Setelah mendengarkan apa yang dikatakan oleh Yang Terbekahi, Punna dan Seniya merasa kagum dan puas, mereka mengatakan luar biasa. Akhirnya Punna menjadi pengikut Yang Terbekahi. Sedangkan Seniya, orang yang tadinya menjadi anggota seteb lain dan ingin meninggalkan keduniawian dan menerima penahbisan penuh di dalam Dhamma. Tidak lama setelah penahbisan penuh, dan ia berdiam sendirian, menarik diri, rajin, bersemangat, dan sepenuh hati, merealisasikan untuk dirinya sendiri dengan pengetahuan langsung. Ia pun akhirnya mencapai tujuan tertinggi, menjadi salah satu dari para Arahat

  • Pesan Moral

Kita harus senantiasa melakukan tindakan yang terang supaya dapat menghasilkan hasil yang terang juga. Dan berusaha mengikis tindakan yang gelap.

 

Referensi:

–          ———-. 2004. Majjhima Nikaya 3. Klaten: Vihara Bodhivamsa.

–          ———-. 2000. Panduan Tipitaka. Klaten: Vihara Bodhivamsa.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s