KONSEP ESTETIKA DALAM BUDDHISME

Posted: Maret 10, 2012 in Filsafat Buddha

By:  Dwi Astuti

Susanti

 Latar Belakang

Semua orang menyukai keindahan, seperti halnya seorang pria yang menginginkan memandang wanita yang cantik dan seorang wanita yang menyukai pria yang tampan. Keadaan tersebut menjadikan kepuasan dan kesenangan akan keindahan, tetapi keindahan yang terdapat dalam kecantikan atau ketampanan seseorang hanyalah keindahan yang dari luar (eksternal) mudah dilihat dan dinilai oleh semua orang. Ketika orang melihat seseorang yang cantik atau tampan akan mengatakan bahwa dia cantik atau tampan, tetapi keindahan dari dalam sulit untuk dilihat dan dalam buddhisme keindahan bukan hanya dari luar atau jasmani tetapi dari dalam yaitu moralitas atau spiritual. Oleh karena itu kami akan membahas konsep estetika dalam Buddhisme.

   Pembahasa

Pengertian Estetika

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Estetika adalah cabang filsafat yang menelaah dan membahas tentang seni dan keindahan tentang manusia terhadapnya. Estetika menurut banyak orang disebut sebagai karya seni, sehingga dalam penyampaiannya mengandung banyak arti karena menurut bagaimana cara penyampaian sebuah keindahan karya tersebut dipandang.

Estetika dalam Buddhisme

Estetika atau keindahan dalam Buddhisme dapat dibagi menjadi dua macam yaitu: jasmani atau eksternal dan moral (spiritual) atau internal. Menurut Buddhisme keindahan eksternal merupakan keindahan yang mudah untuk dilihat. Misalnya kecantikan seorang wanita, bahwa kecantikan tersebut akan terlihat dari wajahnya yang cantik, fisiknya yang indah dan keindahan lain yang berasal dari jasmaninya. Keindahan yang berasal dari dalam atau spiritual inilah yang sulit untuk dapat langsung dilihat, karena seseorang yang dari luar atau fisiknya cantik tetapi orang tidak mengetahui seluruh keindahan yang dimilikinya. Keindahan internal seseorang akan terlihat dari moral yang dimilikinya, misalnya kehidupan dari para bhikkhu.

Dalam Buddhisme, penanaman sikap yang benar untuk estetika sangat penting. Buddhisme menerima dua tingkat nilai keindahan dalam arti nilai asli dan popular. Nilai asli adalah nilai keindahan yang dinilai dari orang yang membuatnya sendiri         atau telah merasakannya (paramatha sacca) seperti pencapaian Nibbana. Menurut Buddhisme, Dhamma dikatakan sebagai keindahan, karena Dhamma indah pada awalnya, indah pada tengahnya dan indah pada akhirnya. Dhamma itu indah artinya Dhamma itu akan membawa kemajuan batin.  Seseorang yang telah memahami tentang Dhamma akan dapat merasakan keindahan dari Dhamma itu sendiri. Nilai populer adalah nilai keindahan yang dinilai dari orang banyak, bersifat relatif, semua orang yang melihatnya (sammuti sacca). Keindahan sammuti sacca merupakan keindahan duniawi, seperti keinginan atau nafsu. Emosional juga termasuk dalam tingkat keindahan sammuti sacca dari muncul emosional dapat memunculkan seni misal, saat marah daripada dilampiaskan kepada orang lain maka dapat ditukar didalam lukisan, nyanyian atau syair-syair juga termasuk dalam sammuti sacca misal, syair-syair yang terdapat di Their Ghata adalah nyanyian berbentuk dhamma, kesenian dari lukisan dicandi-candi juga termasuk.

 Kesimpulan

Estetika menurut buddhis merupakan nilai kebajikan dan moralitas, dalam buddhis estetika itu bukan hanya keindahan dari ekternal  atau keindahan jasmani dan keindahan material saja tetapi keindahan dari dalam moral, spiritual dan batiniah karena mengacu pada paramatha sacca keindahan untuk dapat terbebas dari lingkaran samsara dan mencapai nibanna.

  Referensi :

–          Malalasekera. 1985. Encyclopaedia Of Buddhism. London

–          Tim Penyusun. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s