FILOSOFIS DAN STRUKTUR BANGUNAN CANDI BOROBUDUR

Posted: Maret 10, 2012 in Perkembangan Agama Buddha

By: Etty Setya Wardhani, Jesy Ratnawati, Susanti (

 Pendahuluan

Candi Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Monumen ini merupakan model alam semesta dan dibangun sebagai tempat suci untuk memuliakan Buddha sekaligus berfungsi sebagai tempat ziarah untuk menuntun umat manusia beralih dari alam nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan sesuai ajaran Buddha. Para peziarah masuk melalui sisi timur memulai ritual di dasar candi dengan berjalan melingkari bangunan suci ini searah jarum jam, sambil terus naik ke undakan berikutnya melalui tiga tingkatan ranah dalam kosmologi Buddha. Ketiga tingkatan itu adalah Kāmadhātu (ranah hawa nafsu), Rupadhatu (ranah berwujud), dan Arupadhatu (ranah tak berwujud). Dalam makalah ini, kami membahas tentang filosofis dan struktur bangunan candi Borobudur.    Pembahasan

 Filosofis Candi Borobudur

Candi Borobudur adalah salah satu candi Buddha terbesar di dunia. Monumen ini terdiri dari enam platform persegi atasnya oleh tiga platform sirkular, dan dihiasi dengan 2.672 panel relief dan 504 patung Buddha. Kemegahan Candi Borobudur tidak hanya menunjukkan kemampuan rancang bangunan nenek moyang bangsa Indonesia yang luar biasa. Penempatan stupa terawang maupun relief di dinding Borobudur ternyata menunjukkan penguasaan mereka terhadap ilmu perbintangan atau astronomi.

Stupa utama candi Buddha terbesar di dunia itu berfungsi sebagai gnomon (alat penanda waktu) yang memanfaatkan sinar matahari. Stupa utama yang merupakan stupa terbesar terletak di pusat candi di tingkat 10 (tertinggi). Stupa utama dikelilingi 72 stupa terawang yang membentuk lintasan lingkaran di tingkat 7, 8 dan 9. Bentuk dasar ketiga tingkat itu plus tingkat 10 adalah lingkaran, bukan persegi empat sama sisi seperti bentuk dasar pada tingkat 1 hingga tingkat 6. Jumlah stupa terawang pada tingkat 7,8 dan 9 secara berurutan adalah 32 stupa, 24 stupa, dan 16 stupa. Jatuhnya bayangan stupa utama pada puncak stupa terawang tertentu pada tingkatan tertentu menunjukkan awal musim atau mangsa tertentu sesuai Pranatamangsa (sistem perhitungan musim Jawa).

 Struktur Bangunan Candi Borobudur

Bangunan candi Borobudur berbentuk limas berpundak dan apabila dilihat dari atas merupakan bujur sangkar. Bangunan candi terdiri dari 10 tingkat. Tiga tingkat yang paling atas berbentuk lingkaran dengan tiga teras. Teras pertama terdapat 32 stupa berlubang, teras kedua terdapat 24 stupa berlubang, teras ketiga terdapat 16 stupa berlubang. Jumlah keseluruhan 72 stupa berlubang dan masing-masing stupa didalamnya terdapat patung Buddha. Di tengah stupa-stupa tersebut terdapat stupa induk yang merupakan mahkota dari bangunan candi Borobudur.

Struktur dari candi Borobudur merupakan deskripsi dari perjalanan kehidupan manusia dan kaitannya dengan alam semesta yang diyakini oleh warga Buddha Mahayana, yaitu Kamadhatu, Rupadhatu dan Arupadhatu.

–            Kamadhatu merupakan alam bawah atau dunia hasrat dan hawa nafsu; Dunia Kamadhatu menunjukkan bahwa manusia terikat pada hasrat dan hawa nafsu, serta cenderung terpengaruh dan dikuasai oleh hawa nafsu. Gambaran dan deskripsi alam kamadhatu secara jelas dalam bentuk relief-relief yang terdapat pada kaki candi asli yang melambangkan adegan Karmawibhangga, yang melukiskan hukum sebab akibat.

–            Rupadhatu merupakan alam antara atau dunia rupa. Dunia Rupadhatu menggambarkan bahwa manusia telah meninggalkan segala urusan duniawi dengan meninggalkan hawa nafsu dan segala urusan duniawi. Gambaran tahapan ini dilambangkan dengan bentuk lorong penghubung antara tingkat satu sampai tingkat empat.

–            Arupadhatu merupakan alam atas atau dunia tanpa rupa. Dunia Arupadhatu merupakan gambaran tentang tempat bersemayamnya para Dewa. Gambaran tahapan ini dilambangkan dengan teras bundar di tingkat satu, dua dan tiga, serta kehadiran stupa induk pada tingkat tertinggi.

Kesimpulan

Candi Borobudur adalah candi terbesar agama Buddha di dunia. Kemegahan Candi Borobudur tidak hanya menunjukkan kemampuan rancang bangunan nenek moyang bangsa Indonesia yang luar biasa tetapi menunjukkan penguasaan ilmu perbintangan. Struktur dari candi Borobudur merupakan deskripsi dari perjalanan kehidupan manusia dan kaitannya dengan alam semesta yang diyakini oleh warga Buddha Mahayana, yaitu Kamadhatu, Rupadhatu dan Arupadhatu.

Referensi

–          http://trekphilosophy.blogspot.com/2011/05/candi-borobudur-jejak-astronomis-nenek.html (diakses hari Senin, tanggal 19 Desember 2011).

–          http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/prihantoro/2010/01/11/struktur-bangunan-borobudur/ (diakses hari Senin, tanggal 19 Desember 2011).

–          Tinjauan Arkeologi I. 2009. Barabudur. __________. Gyan Publisher.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s