ESUKARI SUTTA (Kepada Esukari)

Posted: Maret 10, 2012 in metodologi penelitian II

Oleh:

Martidep (09.1.176)

Susanti     (09.1.182)


Tempat              : Savatthi di Hutan Jeta

Oleh                  : Sang Buddha

Kepada              : Brahmana Esukari

Latar Belakang  :

Pada satu kesempatan Sang Buddha menetap di Savatthi, di hutan Jeta, di Taman Andthapindika. Ketika itu Brahmana Esukari pergi menemui Sang Bhagava dan saling bertukar salam.  Setelah kata-kata ramah dan sopan diucapkan, ia duduk di satu sisi.  Lalu, ia berkata: Yang Mulia Gotama, para Brahmana menetapkan empat tingkat pelayanan: mereka menetapkan tingkat pelayanan terhadap Brahmana, tingkat pelayanan terhadap bangsawan, tingkat pelayanan terhadap pedagang, tingkat pelayanan terhadap pekerja.

Tingkat pelayanan terhadap brahmana yang ditetapkan oleh para brahmana adalah : brahmana dapat melayani brahmana, bangsawan dapat melayani brahmana, pedagang dapat melayani brahmana, dan pekerja dapat melayani brahmana. Tingkat pelayanan terhadap bangsawan yang ditetapkan oleh para brahmana adalah bangsawan dapat melayani bangsawan, pedagang dapat melayani bangsawan, dan pekerja dapat melayani bangsawan. Tingkat pelayanan terhadap pedagang yang tetapkan oleh para brahmana adalah pedagang dapat melayani pedagang dan pekerja dapat melayani pedagang. Tingkat pelayanan terhadap pekerja yang ditetapkan oleh para brahmana adalah hanya pekerja yang dapat melayani pekerja. Setelah menjelaskan tentang empat tingkat pelayanan, Brahmana Esukari memohon pendapat dari Sang Buddha tentang hal tersebut.

 

Inti Sutta :

Berdasarkan pertanyaan Brahmana Esukari tentang adanya para brahmana yang menetapkan 4 tingkat pelayanan (kepada brahmana, bangsawan, pedagang, dan pekerja). Empat tingkat pelayanan tersebut adalah dengan cara yang rendah melayani pada yang lebih tinggi tetapi yang tinggi tidak harus dilayani.

Sang  Buddha mengatakan bahwa tidak semua harus dilayani, karena ketika melayani seseorang, dia menjadi lebih buruk dan tidak menjadi lebih baik karena pelayanan itu, maka dapat dikatakan bahwa orang itu tidak seharusnya dilayani. Tetapi, ketika melayani seseorang, dia menjadi lebih baik dan tidak menjadi lebih buruk karena pelayanan itu, maka dapat dikatakan bahwa orang itu layak dilayani. Sang Buddha menjelaskan bahwa kehormatan bukan didasarkan pada kedudukannya tetapi didasarkan pada perilaku dan kebijaksanaannya.

Setelah Sang Buddha menjelaskan, Brahmana Esukari mengatakan bahwa para brahmana menentukan empat jenis harta yaitu:

  1. Kekayaan milik Brahmana (mengumpulkan dana makanan)
  2. Kekayaan milik bangsawan (tempat anak panah)
  3. Kekayaan milik pedagang (bertani dan beternak)
  4. Kekayaan milik pekerja (sabit dan tongkat)

Kemudian Sang Buddha menjelaskan bahwa Dhamma yang mulia dan di luar duniawi sebagai harta sejati seseorang.

 

Kesimpulan : Setelah mendengarkan penjelasan dari Sang Buddha, Brahmana Esukari mengatakan luar biasa kepada beliau dan sejak saat itu Brahmana Esukari menyatakan untuk berlindung sepanjang hidupnya kepada Sang Buddha.

 

Pesan Moral : 

Kita dapat memberikan pelayanan kepada orang yang patut dilayani tetapi bukan karena kedudukannya melainkan perilaku dan kebijaksanaannya.

 

Referensi :

_______. 2008. Majjhima Nikaya 5. Klaten: Vihara Bodhivamsa Wisma Dhammaguna.

U Ko Lay. 2009. Panduan Tipitaka. Klaten: Vihara Bodhivamsa.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s