Digha Nikaya SONADANDA SUTTA (KUALITAS BRAHMANA SEJATI)

Posted: Maret 10, 2012 in Sutta Pitaka

By: Dwi Astuti

 

 Latar Belakang

Ketika  Buddha sedang berjalan di sekitar anga bersama 500 bhikkhu di Daerah Campa, Sebelah Timur Magadha. Brahmana Sonadanda dari Campa mengetahui kedatangan petapa gotama dan pergi menghadap beliau, menentang nasehat para brahmana lainnya yang mengganggap hal ini akan menurunkan martabatnya. Buddha bertanya kepadanya mengenai kualitas-kualitas seorang brahmana sejati, ia menyebutkan 5 kualitas, tetapi Buddha merangkum menjadi 2 macam yaitu kebijaksanaan dan moralitas sehingga membuat Brahmana Sonadanda beralih keyakinan, namun tidak mengalami terbukanya mata dhamma.

  Isi Sutta

Pertimbangan-pertimbangan para  brahmana lain kenapa Brahmana Sonadanda tidak pantas mengunjungi Samana Goutama :

  1. Brahmana Sonadanda memiliki reputasi yang baik.
  2. Brahmana Sonadanda berasal dari keturunan baik-baik dan mempunyai  beberapa generasi tanpa cacat.
  3. Ahli dalam Tiga Veda
  4. Memiliki wajah rupawan, tanggung jawab, berbakat
  5. Berbudi, suara yang menyenangkan, sopan santun dalam bertutur sapa
  6. Menjadi guru diantara semua guru (pendidik 300 orang brahmana)
  7. Dihormati dan dipuji oleh Raja Magadha (Senia Bimbisara)
  8.  Memiliki kekayaan yang berlimpah

Pertimbangan Brahmana Sonadanda pantas mengunjungi Samana Goutama :

  1. Samana Goutama dulu sebagai Bodhisatva Sidharta dilahirkan dengan sempurna tanpa cacat.
  2. Samana Goutama telah meninggalkan kehidupan rumah tangga sebagai pabbajita.
  3. Samana Goutama memiliki karisma, memilki kecakapan yang mengagumkan, berpenampilan agung dan menyenangkan hati.
  4. Samana Goutama bermoral baik dan memiliki sila yang sempurna.
  5. Samana Goutama ahli dalam berkotbah dan mampu menerangkan dhamma secara rinci.
  6. Samana Goutama adalah guru diantara para guru dan guru bagi para dewa dan manusia.
  7. Samana Goutama telah membebaskan dari semua nafsu.
  8. Samana Goutama mempunyai reputasi yang baik dan tersiar sebagai Arahat Samma Sanbuddha.
  9. Sammana Gotama memiliki 32 tanda manusia agung.

lima  kualitas seorang brahmana terlahir mulia  :

1)      Terlahir dari orang tua serta nenek moyang yang murni dari 7 keturunan.

2)      Ahli dalam Veda

3)      Tampan, berwibawa dan mempunyai kecakapan yang mengagumkan.

4)       Bermoral, berdermawan dan mampu berbuat kebajikan

5)      Terpelajar dan bijaksana.

Ahli dalam Veda (mampu memimpin upacara, mempu menafsirkan mantra-mantra, memiliki pengetahuan dalam berdebat, berpengalaman dalam Lokayata atau ilmu alam dan  budaya, mengetahui tanda-tanda manusia agung). Sang Buddha menjelaskan tiga kategori moralitas :

  1. Cula sila adalah cara pengendalian diri dari segala perbuatan dan ucapan yang tidak baik. Contoh: pancasila buddhis.
  2. Majjhima Sila adalah sila pertengahan atau ketengahan atau sedang dalam jumlah peraturan beban atau bobotnya. Contoh: Atthasila.
  3. Maha Sila adalah sila yang besar yang banyak dalam peraturannya atau bobotnya serta jumlah peraturannya. Contoh: Dasasila dan Pathimokkha sila.

Delapan pengetahuan luar biasa:

1)      Vipassananana (pandangan terang): kemampuan untuk menyadari hakikat sebenarnya dari kelompok kehidupan (nama rupa).

2)      Manomayaiddhi (menciptakan dengan kekuatan pikiran): menciptakan badan lain keluar dari satu badan seperti menarik pedang keluar dari sarangnya.

3)      Iddhividha (perbuatan-perbuatan  jasmani)

4)      Dibbasota (Telinga dewa)

5)      Cetopariyanana (membaca pikiran)

6)      Pubbenivasanussatinana (mengingat kehidupan lampau)

7)      Dibbacakkhu (Mata dewa)

8)      Asavakkhayanana (Penghancuran kekotoran batin)

 Akhir kotbah

Setelah  Buddha memberi nasehat kepada sonadanda dalam suatu khotbah dhamma, brahmana sonadanda beralih keyakinan, namun tidak mengalami terbukanya mata dhamma dan brahmana sonadanda menjadi semangat dan bergembira.

 Pesan Moral

Kita dapat melatih moalitas dan dapat memiliki pengetahuan luar biasa dengan mempraktekan Dhamma pada diri sendiri dan menjadi seorang yang memiliki kualitas sejati.

  Referensi

v  Walshe, Maurice. 2009.Khotbah-Khotbah Panjang Sang Buddha Digha Nikaya. Dhamma Citta Press.

v  Panjika.2004.Kamus Umum Buddha Dhamma.Jakarta: Tri Sattva Buddhist Center.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s