Posted: Maret 10, 2012 in Perkembangan Agama Buddha

By: Dina, Sudiyati, Susanti

 

 

INDIA PADA ABAD VI SM

 

LATAR BELAKANG

Zaman yang semakin modern banyak orang-orang yang kurang peduli mengenai sejarah zaman dahulu. Mereka sudah terkontaminasi dengan dunia modern, sehingga apa yang telah terjadi pada zaman-zaman terdahulu kurang menjadi perhatian bagi orang-orang tertentu. Seperti halnya sejarah mengenai India Kuno, sejarah pada zaman itu sangatlah perlu diperajari supaya kita dapat mengetahui keadaan pada zaman India Kuno tersebut. India Kuno merupakan peradaban-peradaban asli Bangsa Dravida dan Bangsa Ariya, tetapi yang lebih berkembang adalah peradaban Bangsa Ariya. India pada abad VI sebelum masehi, zaman pada saat tidak ada lagi  dua kepercayaan. India pada abad VI sebelum masehi, pada saat itu belum datang agama Buddha atau Buddhisme. Karena belum ada Buddhisme, maka mereka hanya memiliki kepercayaan. Kepercayaan pada zaman brahmanisme yaitu terdapat pada zaman vedic atau veda dan zaman upanishad. Setelah zaman vedic tidak berkuasa atau tidak lagi eksis, maka zaman vedic dikuasai oleh zaman upanishad. Setelah itu muncullah agama Buddha di India.

PEMBAHASAN

Pandangan-pandangan filsafat (62 pandangan salah)

–         Upanishad

Upanishad memiliki kitab-kitab yang berisi ajaran-ajaran dari bangsa Dravida dan bangsa Ariya. Dimana kedua kitab tersebut terbentuk dari kedua ajaran Dravida dan bangsa Ariya yang menjadi satu yaitu ajaran Brahmanisme atau Upanishad. Isi dari Upanishad atau Brahmanisme dapat diringkas dalam satu pokok, ialah atmawidya yaitu pengetahuan tentang atman atau jiwa. Upanishad adalah pandangan  filsafat  yang mengolaborasi masalah atman, yaitu para intelektual dan pemikir bebas. Mereka sebelumnya mengkaji perkembangan sebuah mesin (ritual) yang menguasai kekuatan-kekuatan jahat dan  suci kosmis, melalui sistem pengorbanan dan mantra untuk memohon dan mengambil hati dewa-dewa, kini para atman mengarahkan ke dalam, dimaksudkan dimana energi intelektual tersebut berhubungan dengan puncak kekuatan hidup itu sendiri.

(Heinrich, 2003:343-345).

Zaman Upanishad yaitu zaman dimana paham vedic atau veda sudah tidak eksis lagi. Karena zaman Upanishad tidak membicarakan tentang Brahman, melainkan mengenai jiwa (atman) yang dipercayai sebagai sumber pengetahuan dan kehidupan. Dengan kata lain Upanishad ini sudah melihat pada pribadi manusia bukan melihat pada pribadi Brahman.

  Tamsil Kereta Perang

Diri (atman) adalah pemilik kereta perang; tubuh (sarira) adalah kereta perang; ketajaman dan kesadaran intuitif (buddhi) adalah sais kereta; pikiran (manas) adalah tali kekang; kekuatan-kekuatan indera (indriya) adalah kuda-kudanya; dan objek atau pemandangan persepsi indrawi (visaya) adalah lapangan (gocara; jalan dan padang rumput untuk kuda itu).  Orang yang menjadi tempat bergabungnya diri, kekuatan-kekuatan indera dan pikiran disebut pemakan atau penikmat (bhoktar)

  Atman : Pengendalian Batin

Diri (atman) adalah pengendali batin yang abadi. Diri tinggal di dalam semua makhluk, namun makhluk-makhluk itu tidak mengetahuinya, semua makhluk adalah tubuhnya, dia mengendalikan semua makhluk dari dalam, tidak ada yang melihat kecuali dia, dia adalah diri, penguasa batin, satu yang abadi.

  Lima Tamsil

  1. Seperti seekor laba-laba yang menumpahkan benang dari dalam tubuhnya dan mengambilnya kembali.
  2. Seperti tembakan yang keluar dari moncong senjata dengan ribuan bunga api.
  3. Seperti mentega yang tersembunyi di dalam susu.
  4. Dua burung dengan bulunya yang cantik, teman dan sahabat dekat berada dalam persahabatan yang erat di sebuah pohon yang sama. Salah satunya memakan buah manis pada pohon itu; lainnya hanya melihat.
  5. Sebuah sel kehidupan (purusa), yang tertipu, meratap karena tertekan oleh perasaan putus asa 
  6. Dua Macam Pengetahuan (vidya)
  • Pengetahuan  suara Brahman (sabda-brahman) berupa  himne, ungkapan, pesona, mantra, dan doa.
  • Pengetahuan Brahman Tertinggi (param-brahman) yaitu brahman yang tidak dikaruniani nama dan bentuk.

  •     Turiya: “Keempat” dan Makna Suku Kata OM

Teks Upanishad bertema suku kata OM, yang menjadi simpul misteri Brahman.  Dalam pengertian ajaran Upanishad tentang tiga keadaan:  bangun, mimpi dan tidur, Kemudian keempat (turiya) adalah yang mengantar kita melampaui ruang Upanishadik. Munculnya Agama Buddha

Latar belakang

Sebelum munculnya Buddha, diawali dengan adanya Buddhisme (paham mengenai ajaran Buddhis). Budhisme mempunyai maksud yaitu untuk kebahagiaan segelintir orang dan nyatanya dari berbagai penjuru, Budhisme menempati peringkat yang paling tidak mengenal kompromi tetapi menurut kenyataan yang ada. Setelah  itu  muncul Gautama  Sakyamuni. Dalam kisahnya  beliau  meninggalkan  Istana untuk mencari obat  dari penderitaan (usia tua, sakit dan mati). Beliau melatih diri dengan keras selama bertahun-tahun dan selam enam tahun beliau mencapai pencerahan di bawah pohon bodhi. Ketika melihat Buddha yang tercerahkan dan menyadari bahwa ajaran beliau harus diajarkan, para Brahma dan Dewa  memohon  kepada Buddha untuk  menjadi guru umat  manusia, guru para dewa dan guru semua makhluk yang ada diseluruh dunia.

Ciri-Ciri Agama Buddha

–          Agama Buddha diperkaya dengan hal-hal yang bersifat magis untuk mencapai pencerahan atau penerangan batin.

–          Agama Buddha berdasarkan pada tingkah laku terpuji (Sila, Samadhi, dan Panna) yang disebut jalan tengah berunsur delapan.

–          Agama  Buddha telah berusaha menerjemahkan pengalaman Buddha tercerahkan dengan karya-karya seninya yang berupa seni patung yang mempesona.

–          Ajaran Buddha tidak adanya sistem kasta.

KESIMPULAN

India pada abad ke VI SM merupakan zaman pada saat terdapatnya jaman Brahmanisme. Sedangkan sejarah Brahmanisme itu sendiri terdiri dari dua aliran, yaitu kepercayaan veda atau vedic dan kepercayaan Upanishad. Aliran Vedic atau Veda merupakan kepercayaan Bangsa Arya yang mengajarkan tentang adanya Brahman. Sedangkan kepercayaan Upanishad yaitu mengajarkan tentang jiwa (atman). Agama Buddha, diawali dengan adanya Buddhisme (paham mengenai ajaran Buddhis), dengan munculnya Buddha Gautama Sakyamuni.

REFERENSI

  • Guttadhamo, Bhikku.2007.Sejarah Perkembangan Agama Buddha.Semarang: Vihara Tanah Putih.
  • Tim Penyusun.2003.Materi Kuliah Sejarah Perkembangan Agama Buddha.Jakarta: CV. Dewi Kayana Abadi.
  • Zimmer, Heinrich.2003.Sejarah Filsafat India.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  • Widya, Dharma K.1993.Sejarah Perkembangan Agama Buddha II. Jakarta: Departemen Agama dan Universitas Terbuka.
  • Walshe Maurice.2009.Digha Nikaya.______:Dhamma Citta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s