Kasih Ibu

Posted: Maret 9, 2012 in cerpenQ

By: Dwi Astuti

Bahagiaku Surgamu deritaku Pilumu

“bu saya bantu” rina mencoba membantu ibu amel yang sedang membawa padi karena habis panen

“tidak usah nduk, kamu istirahat sana kamukan tidak terbiasa bekerja berat”ibu amel menolak takut rina kecapaian.

Tiba-tiba amel memanggil ibu dan rina dari gubug kecil beratapkan daun pisang dan daun kelapa di tengah sawah yang sangat panas karena terik mentari “ibu, rina istirahat makanan sudah siap!”

Rina terdiam melamun “mah pokoknya rina mau beli laptop dan HP baru”rengek rina

“besuk kalau mama ada uang lebih”jawab mama pelan yang menatap anak perempuannya yang manja

“rina udah malu mah sama teman-teman, HP udah butut, laptop juga bekas kaka”

“sabar rin mama lagi usaha, nanti kalau sudah kumpul mama juga beliin”mencoba untuk mengerti rina

“ahhhhh janji, mama bisanya cuma janji”teriak rina ngambek sambil berlari ke kamar meninggalkan mama.

Rina anak bungsu dari satu bersaudara, dia sangat manja. Dari kecil rina terbiasa hidup dalam kemewahan tapi semua kehidupannya jadi berubah saat keluarganya berantakan karena mamanya bercerai, rina belum bisa menerima keadaan itu.

Tok… tok… tok… “rin makan sayang! Dari tadi siang kamu belum makan, nanti kamu sakit” cemas mama, tapi tidak ada jawaban

“udahlah ma, nggak usah diurusin kalau dia masih bersikap manja dan keras kepala persis papa, udah gede ko”seru Kevin yang kesal dengan kelakuan rina yang semakin keterlaluan

“husss … sudah sana kamu makan di bawah!”pintah mama

“mama selalu saja membela dia makannya dia nggak pernah bersikap dewasa dan menghargai orang lain “

“sudah sayang kamu mandi sana! Bau ….” Ledek mama sambil menutup hidungnya meledek Kevin

“rin makananya mama taruh di meja ya, nanti dimakan!”pintah mama, hanya kesunyian dari dalam kamar rina.

***

Pagi-pagi sudah rapi memakai pakaian putih abu-abu, rina menuju ruang makan yang sangat sepi, sekarang mama bekerja lebih ekstrim, satu tahun sudah mama harus jadi tulang punggung keluarga dan kaka sibuk dengan bisnis distronya.

“rin mana laptop dan Hp baru mu? Nggak malu apa pakai butut teyus”ledek putri

“emmmm tunggu aja besuk”rina menyakinkan teman-temanya yang memeng nggak pernah akur dengan gank tripel”

“hahahaha … capai dech”gank tripel mengece rina, meninggalkannya

“rin kamu kenapa si? Mesti dengerin mereka? Kamu harus terima dan jangan memaksa dengan kemampuan orang tuamu untuk saat ini, jadi nggak usah jaim dan gengsi”nasehat pita sahabat rina sejak SMP.

nggak rina wijaya tetap sama seperti dulu nggak akan pernah berubah “jawab rina yang sangat kesal pada gank tripel meledeknya. Pita hanya menggeleng melihat sikap rina yang semakin menjadi.

***

Rumah selalu sepi, sekarang nggak ada yang menugguin rina di rumah dan menyiapkan makanan dan berbagi cerita apa yang dialami di sekolah. Rina sangat merindukan suasana penuh kasih seperti dulu.

“ka, mama mana ko belum pulang”tanya rina yang melihat ka Kevin pulang kerja

Ka Kevin hanya diam tanpa melihat rina yang langsung menuju kamarnya, Kevin masih kesal dengan kelakuan rina, rina hanya diam dan kesal dengan kaka.

Hampir tiga minggu rina jarang bercakap dengan mama dan kakanya.

Tok… tok… tok… “mah?” panggil rina di kamar mama

“sayang”mama hendak memeluk rina yang kangen dan inggin minta maaf karena mamanya sibuk, tapi rina membalikkan badan.

“besuk rina mau liburan ke rumah teman di desa, rina bosen di rumah”

“ko mendadak?”tanya mama

“sudah rencana satu minggu lalu, tapi mama sibuk terus jadi rina nggak ada kesempatan untuk bilang sama mama”jawab rina yang wajahnya cemberut

“maafkan mama sayang, mama sibuk karena??”belum selesai menjelaskan rina pergi ke kamar, mama hanya diam melihat rina.

***

Jam 06.00 WIB rina sudah siap membawa rangsel yang besar berangkat ke rumah teman kecilnya di desa dulu. Di meja ada bingkisan dan memo kecil bertuliskan “maafkan mama sayang nggak bisa nganterin kamu ke stasiun, ada makanan yang mama siapkan di bawa ya!”. Tapi rina menjatuhkan pesan dari mama dan tidak membawa bekal yang dibuatnya karena mama nggak memperhatikan rin lagi.

“hai… rin kamu kenapa, jangan ngalamun ayo makan!!”suara amel menggagetkan ingatan rina kepada mama yang sudah sangat kejam.

“iya” rina menghapus keringat dan mata yang mulai berkaca

“ya Tuhan betapa beruntungnya aku dari mereka, bisa makan dan tidur nyaman tanpa harus bekerja di bawah terik mentari yang tak bersahabat, membawa beban yang sangat berat dan mengeluarkan keringat tanpa lelah”rina menyadari kesalahannya selama ini betapa dia nggak pernah menghargai jerih payah orang lain terutama mamanya dia selalu memaksa demi kepuasan kesengananku dalam angan rina.

Rina melihat amel sedang memotong bambu “buat apa bambu itu mel?”

“aku ingin membuat kerajinan buat ibu, besukkan hari ibu, aku ingin memberikan penghargaan kepada beliau, sebab karena beliau aku merasakan kehidupan, meski ini tidak ada apapanya disbanding dengan pengeorbanan beliau”jawab amel polos

Degggg rina tersentak mendengar ucapan amel betapa bodoh dirinya “mel aku pulang besuk ya”

“lohh katanya tiga hari lagi”tanya amel

nggak mel aku sudah kangen sama mama”jawab rina pelan, amel tersenyum tanda setuju

***

“maaahhhh?”teriak rina sambil memeluk mama erat “mah maafin rina, rina sayang mama, sayang bangeeeetttt, rina kangen mama”rina menagis dipelukannya

“mama sudah memaafkan kamu sayang, mama bangga padamu mau mengakui kesalahan sikapmu, mama memberimu hadiah karena mama sangat sayang padamu dan maafkan mama yang membuatmu terlalu lama menunggu”. Rina menagis deras dan bahagia memiliki seorang yang sangat berjiwa besar.

“mah rina sayang mama, rina nggak akan mengulanginya lagi, selamat hari ibu ya mah?ini hadiah buat mama, bungkusan berbalut warna pink besar”janji rina

“sayang buat kaka mana???”ledek kaka memcairkan suasana

“hahahahaha….”mereka tertawa bahagia “rina sayang semunya” teriak rina bahagia.

 

                                                                                                                                                

Komentar
  1. ningsih mengatakan:

    ada yang termisc tuch di ponit = “maaahhhh?”teriak amel sambil memeluk mama erat “mah maafin rina”
    sepertinya seharusnya = “maahhhhh?’teriak rina sambil memeluk mama erat”mah maafin rina, bukan “teriak amel sambil memeluk mama erat”
    heheheee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s