Review 3

Posted: Maret 2, 2012 in Teknik Penulisan Ilmiah

Book Review 3

Nama   : Dwi Astuti                                                                   Makul  : Teknik Penulisan Ilmiah

Nim     : 09.1.169                                                                       Dosen  : Waluyo, M. Pd

PERDAMAIAN MENURUT AGAMA BUDDHA

            Perdamaian di saat perang, kerusuhan, kejahatan, pembunuhan, keamanan rentas seperti sekarang, dimana negara menghancurkan bangsa sendiri, mengancam masyarakat, bahaya senjata nuklir dan bom yang bisa terjadi setiap saat dan dimana saja membuat masyarakat khawatir menimbulkan rasa takut dan gelisah. Kerusuhan mahasiswa yang menolak harga bahan bakar naik, korupsi, kerusuhan pertandingan sepak bola, perang terjadi agar negara merdeka dan memisahkan menjadi negara tersendiri, massa yang memberontak banyak keamanan menjadi rentan untuk masyarakat. Negara modern menggunakan tenaga nuklir yang mengancam bahaya dan kesehatan, bom dilakukan para teroris untuk membunuh masyarakat tertentu. Perdamaian dan keharmonisan tidak terwujud dengan adanya kekerasan dan kekuasaan dalam masyarakat maupun pada negara.

Dunia memerlukan pesan universal dalam kedamaian yang mewujudkan hidup dalam kedamaian dan keharmonisan. Perdamaian akan terwujud dari diri sendiri jika merasa malu berbuatan salah (hiri) dan takut akan akibat perbuatan salah (ottappa) maka perdamaian terwujud di dunia akan penuh ketentraman dan kedamaian, jika tidak ada lagi hiri dan ottappa dalam diri akan menyebabkan kekacuan yang merugikan diri sendiri maupun masyarakat. Dalam agama Buddha kedamaian dapat terwujud dengan cinta kasih atau metta, dalam Dhammapada syair 5 “kebencian tidak bisa berakhir oleh kebencian, kebencian berakhir dengan cinta kasih”, ajaran Buddha yang mengutamkan kesepahaman, persahabatan dan keharmonisan yang mengutamkan kebajikan dari cinta kasih sehingga terjalin hubungan baik dengan masyarakat lain. Cinta kasih mewujudkan kedamaian dari Dalai Lama yang meninggalkan Tibet untuk kedamaian dan keselamatan masyarakat Tibet dengan China. Kedamaian dapat terwujud dengan belas kasih (karuna) universal karena belas kasih Buddha bersifat universal, Buddha memandang semua makhluk yang besar dan yang kecil, dari serangga sampai hewan raksasa, adalah sederajat, masing-masing mempunyai hak yang sama untuk berbahagia seperti halnya manusia, kedamaian akan terwujud dengan tidak menyakiti makhluk lain.

Cinta kasih dan belas kasih akan menimbulkan toleransi antar manusia untuk mewujudkan ketentraman dan keharmonisan, dalam agama Buddha teladan luar biasa dari toleransi umat Buddha ditunjukan oleh Kaisar Asoka, salah satu dekritnya yang terukir di batu karang dan masih ada sampai hari ini di India “Seseorang seharusnya tidak hanya menghormati agamanya sendiri dan mengutuk agama lain, tetapi juga harus menghormati agama lain karena satu dan lain hal, dengan bertindak demikian, seseorang juga menolong agamanya sendiri untuk tumbuh sekaligus memberikan pelayanan bagi agama lain. Dengan bertindak sebaliknya, seseorang menggali kubur bagi agamanya sendiri sekaligus merugikan agama lain”. Perdamaian dengan menghormati masyarakat lain akan menghargai masyarakat dan menciptakan keakrab untuk saling mengerti dan memahami tanpa membedakan yang berbeda dan menyamkan yang sama misal, dalam agama Buddha konsep ketuhanan adalah tidak kekal dan bagi agama Kristen, Protestan dan Islam Tuhan adalah kekal, mempunyai pandangan yang berbeda tanpa menyalahkan mana yang benar dan salah hanya memahami dan menghormati pandangan maka tidak ada perselisihan.

Toleransi yang ada akan menimbulkan tanpa kekerasan, dalam ajaran Buddha tidak ada yang dinamakan “perang yang adil”. Buddha mengajarkan “yang menang menuai kebencian dan yang kalah hidup sengsara. Barang siapa yang tidak mencari kemenangan dan kekalahan akan berbahagia dan damai”. Buddha tidak hanya mengajarkan kedamaian tanpa kekerasan, dengan sikap saling menghargai dan menghormati orang lain sehingga akan membantu yang membutuhkan dan bekerja sama dalam bersosial misal, menjadi relawan saat ada bencana, bekerja sama tanpa membedakan untuk tujuan kebajikan menolong oang lain. Perdamaian akan terwujud dengan adanya hiri dan ottappa, cinta kasih, belas kasih dan toleransi antar manusia.

Referensi:

  • Gimin Edi Susanto.2008. Kisah dan Keajaiban Bulan Purnama dalam Perkembangan Agama Buddha. CV. Yanwereko Wahana Karya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s