Review 2

Posted: Februari 25, 2012 in Teknik Penulisan Ilmiah

Nama   : Dwi Astuti                                                    Makul  : Teknik Penulisan Ilmiah

Nim     : 09.1.169                                                        Dosen  : Waluyo, M. Pd

INDAHNYA AJARAN BUDDHA TIDAK ADA YANG TAK TERAMPUNI

            Agama Buddha perbuatan baik atau buruk yang akan menerima akibat adalah pelaku perbuatan. Perbuatan baik akan mendapatkan kebajikan dan perbuatan buruk akan mendapatkan keburukan. Perbuatan atau kamma dalam bahasa pali yang berarti adalah kehendak untuk berbuat atau cetana itulah yang aku namakan kamma, sesudah berkehendak orang lantas berbuat dengan badan jasmani, ucapan dan pikiran (Angutara Nikaya, 3:415), perbuatan baik ataupun buruk yang dilakukan melalui ucapan, badan jasmani atau pikiran yang disertai kehendak atau sankhara yang akan menimbulkan akibat. Perbuatan yang melalui ucapan berbohong pada orang lain, berdusta, mencaci maki orang lain, berbicara dengan nada yang keras yang menimbulkan orang lain sakit hati. Perbuatan yang melalui badan jasmani memukul makhluk lain baik hewan ataupun manusia, menampar, serta perbuatan yang melalui pikiran dengan berpikiran orang yang dibenci kecelakaan tertabrak dan mati. Perbuatan yang tidak disertai kehendak tetap akan menerima akibat tetapi kekuatan dari kamma itu kecil misal, seorang pelajar yang meminjam pulpen teman dan mengembalikan kembali setelah kebutuhannya selesai, akan menerima kamma buruk karena telah mencuri dan membuat tinta pulpen berkurang. Perbuatan baik atau buruk dapat dikendalikan dari diri sendiri, menyadari semua perbuatan akan berakibat pada diri sendiri.

Indahnya Ajaran Buddha tidak ada yang tak terampuni karena dalam Agama Buddha tidak  ada konsep dosa yang tak terampuni, contoh kisah Angulimala yang membunuh 9999 orang dan memotong jari kelingking karena perintah gurunya sebagai rasa bakti yang tersadar setelah melihat Buddha dan menjadi anggota bhikkhu. Perbuatan Angulimala amat berat yang memotong kehidupan orang lain tetapi Buddha berkata bahwa semua perbuatan itu baik atau buruk disebabkan oleh ada atau tidaknya kebijaksanaan, harapan akan selalu ada sepanjang seseorang menyadari kesalahannya dan berubah untuk menjadi lebih baik. Jadi perbuatan yang amat buruk dapat dirubah jika ada kemauan untuk berubah dan memperbaiki bertekat tidak mengulangi kembali. Umat buddha mempunyai pilihan, berbuat baik akan mengakibatkan kebahagian dan berbuat buruk akan mengakibatkan keburukan yang akan diterima oleh pelaku perbuatan.

Referensi:

Tim Penyusun. 2000. Panduan Tipitaka. Klaten: Vihara Bodhivamsa.

Komentar
  1. suko mengatakan:

    ya bagus perlu di kembangkan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s