review 1

Posted: Februari 17, 2012 in Teknik Penulisan Ilmiah

Nama   : Dwi Astuti

Nim     : 09.1.169

KEWAJIBAN PERUMAH TANGGA MENURUT AGAMA BUDDHA

 

Umat menurut agama buddha ada dua kelompok yaitu gharavasa atau perumah tangga dan pabbajita atau orang yang meninggalkan kehidupan rumah tangga. Perumah tangga atau gharavasa dalam bahasa pali yang berarti avasa  “tinggal” dan gharva “berumah tangga”, jadi perumah tangga adalah seseorang yang bertempat tinggal, melakukan aktivitas seperti bekerja, mempunyai istri dan anak yang dikenal dengan umat awam dan pabbajita seorang yang melepas, meninggalkan kehidupan duniawi menjadi anggota Sangha kehidupannya diatur dalam Vinaya dan tidak mencari nafkah atau bekerja. Vinaya adalah kitab suci dalam agama Buddha yang berisi aturan moral baik perumah tangga maupun bhikkhu yang digunakan sebagai pedoman dalam agama Buddha.

Dalam sistim sosial masyarakat Buddhis tidak ada diskriminasi, tidak ada yang lebih tinggi atau rendah dan semua sama karena sama-sama memiliki tugas, dalam kehidupan perumah tangga suami tidak dianggap yang paling tinggi dan istri tidak dianggap rendah. Dalam sigalovada sutta dijelaskan kewajiban suami kepada istri dan kewajiban istri kepada suami.

Dalam lima cara seorang istri harus diperlakukan sebagai arah barat oleh suaminya:

  1. Dengan perhatian
  2. Dengan keramah-tamahan
  3. Dengan kesetiaan
  4. Dengan menyerahkan kekuasaan kepadanya atau kewajiban
  5. Dengan memberikan barang-barang perhiasan kepadanya

Dalam lima cara ini seorang istri  yang diperlakukan oleh suaminya sebagai arah barat:

  1. Kewajiban-kewajibannya dilakukan dengan sebaik-baiknya
  2. Berlaku ramah-tamah kepada sanak keluarga dari kedua belah pihak
  3. Dengan kesetiaan
  4. Membawa barang-barang  yang dibawanya
  5. Pandai dan rajin mengurus segala pekerjaan

Dalam sigalovada sutta baik suami maupun istri saling menghargai, melindungi, setia pada pasangan, cinta kasih pada keluarga, perhatian pada keluarga. Jika kewajiban ini dapat diterapkan dalam kehidupan rumah tangga kekerasan dalam rumah tangga dapat dikendalikan, keharmonisan dan ketentraman dalam keluarga akan tercipta dan terjaga dengan baik karena memiliki tugas dan tanggung jawab.

 

Referensi:

Tim Penyusun.2003.Materi Kuliah Agana Buddha Kitab Suci Vinaya Pitaka. Jakarta: CV Dewi Karyana Abadi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s