KERAJAAN MATARAM KUNO

Posted: Maret 10, 2012 in Perkembangan Agama Buddha

By:  Siti Parsiyah, Triyono, Yuliastuti

Latar belakang

Kerajaan Mataram kuno berdiri kira kira pada tahun 732, ditinjau dari piagam yang ditemukan di desa Canggal, karesidenan Kedu. Dalam piagam itu diterangkan bahwa didekat desa Salam, sebelah selatan Muntilan, didirikan sebuah tempat suci yang berisi lingga. Tempat suci yang berisi lingga (Salah sebuah lambing Siwa) didekat salam itu dianggap sebagai tanda mendirikan suatu kerajaan yang disebut Mataram, karena raja ini (Sanjaya) didalam piagam-piagam kemudian disebut rakai Mataram. Keadaan politik kerajaan ini sukar kita ketahui, hanya menurut cerita yang terdapat dalam “ cerita parahyangan), Sanjaya banyak mengadakan peperangan dengan kerajaan-kerajaan sekitarnya untuk meluaskan daerahnya. Yang dapat diketahui dengan pasti adalah mengenai nama raja-raja, arti beberapa candi, dan hadiah-hadiah berupa tanah kepada desa, biara dan orang. Pengganti raja Sanjaya ialah Pancapana, rakai Panangkaran. Sanjaya adalah penganut agama brahma sedangkan Pancapana adalah penganut agama Buddha aliran Mahayana. Dinasti raja-raja Mataram ini disebut Syailendra. Bukti bahwa mereka itu dari keturunan Syailendra terdapat dalam piagam yang berhubungan dengan candi Kalasan, yang menyebut nama “Syailendra Sri Maharaja Dyah Pancapana rakai Panangkaran”.

  1. Bukti-bukti sejarah pada Mataram Kuno

Agama Buddha telah berkembang pada saat kerajaan Mataram, ini dibuktikan dengan adanya bangunan-bangunan candi dan prasasti peninggalan kerajaan Mataram yang bercorakan buddhis. Diantaranya yaitu candi Kalasan yang dibangun oleh raja Pancapana (raja ke 2) untuk memuji dewi Tara. Candi yang lain adalah candi Borobudur, candi pawon, candi mendut, candi sewu, candi plaosan, dan candi sari. Candi Borobudur dibangun oleh raja Samaratungga. Prasasti yang ada yaitu prasasti Kalurak (782) yang berhubungan dengan peresmian patung Manjusri, yang isinya mengatakan bahwa Manjusri selain disaamakan dan diangga sebagai salah satu perwujudan dari Triratna          (Buddha, Dhamma, dan Sangha), ia juga dianggap sebagai salah satu perwujudan Trimurti( Brahma, Wishnu, Mahesvara (Shiva). Terlihat adanya sinkrentisasi (percampuran) antara agama Buddha Mahayana dengan agama Hindu di Jawa Tengah.

  1. Hubungan Mataram Dengan Sriwijaya

Kerajaan Mataram mengadakan hubungan baik dengan Sriwijaya di Sumatra, dalam hal Politik dan kebudayaan. Raja-raja sriwijaya juga merupakan keturunan dari wangsa sailendra. Dalam bidang politik terlihat dari pergantian raja yang menduduki kedua kerajaan tersebut. Istilah wangsa sanjaya merujuk pada nama raja pertama Mataram yaitu Sanjaya, dinasti sanjaya menganut agama Hindu aliran Siwa. Pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran (pengganti Sanjaya sekitar tahun 770-an), kekuasaan atas Mataram direbut oleh Wangsa Syailendra yang beragama Buddha Mahayana. Mulai saat itu Wangsa Syailendra berkuasa di Pulau Jawa, bahkan berhail menguasai Kerajaan Sriwijaya di Pulau Sumatra. Sampai akhirnya, sekitar tahun 840-an, seorang keturunan Sanjaya yang bernama Rakai Pikatan berhasil menikahi Pramodawardhani putrid mahkota Wangsa Syailendra. Berkat perkaawinan itu Rakai pikatan dapat menjadi raja Mataram, peristiwa tersebut dianggap sebagai awal kebangkitan kembali Wangsa Sanjaya.

Dalam bidang kebudayaan terlihat dalam seni arca dan relief yang tergambar pada dinding-dinding candi peninggalan kerajaan Mataram yang berwangsakan Syailendra.

 

Referansi:

Tim Penyusun. 2003. Materi Kuliah Sejarah Perkembangan Agama Buddha. Jakarta: CV. Dewi Kayana Abadi.

http://msmunir.batan.go.id/sejarah_kediri/mataram.html (diakses pada Selasa, 18 Oktober, 2011).

Mulyono Wahyono. 1992. Agama-agama Di Indonesia. Jakrta: Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Hindu  dan Buddha dan Universitas Terbuka.

http://msmunir.batan.go.id/sejarah_kediri/mataram.html (diakses pada hari selasa 18 oktober 2011)

 

About these ads
Komentar
  1. ar mengatakan:

    mak nyambuuuung

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s