AWAL AGAMA BUDDHA DI NUSANTARA

Posted: Maret 10, 2012 in Perkembangan Agama Buddha

By:

Jeni , Jesy Ratnawati, Yudiyono

Latar Belakang

Pada permulaan  Masehi, di Benua Asia terdapat dua Negeri besar yang tingkat peradabannya dianggap sudah tinggi, yaitu India dan Cina. Kedua Negeri ini menjalin hubungan ekonomi dan perdagangan yang baik. Arus lalu lintas perdagangan dan pelayaran berlangsung melalui jalan darat dan laut. Salah satu jalur lalu lintas laut yang dilewati India-Cina adalah Selat Malaka. Indonesia yang terletak di jalur posisi silang dua benua dan dua samudera. Kebudayaan India mulai masuk ke Indonesia pada abad pertama Masehi atau sebelum abad kedua Masehi sudah terdapat hubungan antara India dengan Nusantara. Agama Buddha di ajarkan dan dikembangkan oleh I-Tsing pada tahun 671 M di pulau Sumatra, kemudian agama Buddha mulai diajarkan dan dikembangkan oleh para Dhammaduta. Keterlibatan bangsa Indonesia dalam kegiatan perdagangan dan pelayaran internasional menyebabkan timbulnya percampuran budaya. India merupakan negara pertama yang memberikan pengaruh kepada Indonesia. Agama Buddha mulai masuk dan berkembang di Nusantara sejak abad keempat Masehi tepatnya sejak tahun 423 M.

 Pembahasan

  1. Hubungan perdagangan Cina

Perdagangan antara negara-negara Asia Selatan dan Asia Timur telah ada sejak permulaan Masehi. Hubungan itu terjalin melalui dua jalur, yaitu jalur darat  (jalur sutera) melalui Tibet dan jalur laut melalui selat Malaka. Awal abad Masehi, jalur perdagangan tidak lagi melewati jalur darat (jalur sutera) tetapi beralih kejalur laut, sehingga secara tidak langsung perdagangan antara Cina dan India melewati selat Malaka. Untuk itu Indonesia ikut berperan aktif dalam perdagangan tersebut. Akibat hubungan dagang tersebut, maka terjadilah hubungan antara Indonesia dengan India, dan Indonesia dengan Cina. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab masuknya budaya India ataupun budaya Cina ke Indonesia.

Perdagangan tersebut selain bertujuan untuk transaksi jual beli tetapi juga untuk memperkenalan ajaran dan kebudayaan Buddhisme di Indonesia. Dalam perkembangannya lambat laun para penduduk di Indonesia dapat menerima dan mempelajari ajaran serta kebudayaan Buddhisme. Penduduk Indonesia mulai menggunakan ajaran dan kebudayaan Buddhisme dan mulai meninggalkan paham atau kebudayaan Animisme dan Dinamisme. Selain ajaran Buddhisme, pedagang Cina dan India juga membawa kebudayaan seperti: sistem perdagangan, bahasa, karya seni, dan sistem kemasyarakatan.

  1. Kerajaan Kutai dan Tarumanegara.

Pengaruh India dalam kehidupan masyarakat Indonesia waktu itu lebih banyak daripada Cina, karena selain perdagangan, orang-orang India pada waktu itu juga mengenalkan agama baru bagi masyarakat indonesia yaitu Hindu dan Buddha. Pengaruh India terhadap masyarakat Indonenesia terlihat pada beberapa hal, yaitu agama, kebudayaan, dan corak hidup. Sehingga berdirilah sebuah kerajaan Hindu-buddha di Indonesia yaitu kerajaan Kutai dan kerajaan Tarumanegara. Kedua kerajaan ini dianggap sebuah kerajaan tertua yang ada di Indonesia. Oleh karena pengaruh India sudah sangat melekat pada Indonesia waktu itu, maka dapat dipastikan bahwa kedua kerajaan tersebut, dalam sistem pemerintahan, corak kehidupan masyarakat, dan agamanya banyak dipengaruhi oleh orang-orang India.

Kutai di daerah kalimantan Timur, ditempat yang sekarang disebut Muara Kaman kira-kira 150 km mudik sungai Mahakam terdapat piagam yang tertulis pada batu. Kerajaan Tarumanegara terletak di dekat Bogor, yaitu terdapat piagam pertama yang terletak di batu besar dalam bahasa sansekerta dan bentuk hurufnya yaitu huruf pallawa.

  1. Peziarah Sejarah Nusantara dari Cina

Awal peziarah Cina datang ke nusantara yaitu dengan melakukan Ekspansi. Pada saat melakukan ekspansi terasebut, maka terjadi pengaruh yang menciptakan berbagai keadaan-keadaan di Nusantara.

Adapun peziarah Agama Buddha dari Cina ke Nusantara:

  1. Fa-Hien merupakan yang membulatkan tekad bersama dengan beberapa temannya untuk mengadakan perjalanan ke India dalam rangka mendapatkan peraturan agama.
  2. Huang-Tsang yang hidup pada kekuasaan dinasti T’sin Timur (17-420 M) dan merupakan orang terkemuka, baik sebagai penulis sejarah maupun penterjemah kitab-kitab sansekerta.
  3. I-Tsing yaitu dengan berkeinginan untuk mengunjungi India dan membagi aliran agama Buddha yang dijumpai di India, yang berdasarkan Vinaya menjadi 4 Nikaya.
  4. Song-yun dan Houi-cheng pada sekitar satu setengah abad setelah fa-hien mereka berdua melakukan perjalanan singkat ke India. Pada waktu peziarah di india sedang berlangsung kebangkitan kembali agama Buddha yang dipelopori oleh dua bersaudara Asanga dan Vasubhandu.
  5. Kesimpulan

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa, pada saatnya datangnya peziarah dari Cina datang ke Nusantara. Muncullah kerjasama  Cina dan Nusantara, yaitu dalam bentuk perdagangan dan pelayaran. Kegiatan kerjasama perdagangan dan pelayaran yang dilakukan oleh kedua belah pihak berjalan lancar, aman, dan tanpa gangguan apapun.

Referensi:

Tim Penyusun. 1992. Materi Pokok Agama-Agama di Indonesia. Jakarta: Departemen      Agama Jakarta.

Tim Penyusun. 2003. Materi Kuliah Sejarah Perkembangan Agama Buddha. Jakarta: CV. Dewi Kayana Abadi.

http://younxy.multiply.com/journal/item/4/Kutai_dan_Tarumanagara?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem diakses tanggal 11 Oktober 2011.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s